Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Manusia Memiliki Kemampuan Memperbaiki Diri

📅 Rabu, 13 Mei 2026, 07:12 WIB | Oleh:
Manusia Memiliki Kemampuan Memperbaiki Diri Doc: Samuel I. Stupp/Universitas Northwestern
Ket. Gambar fluoresen dari model laserasi organoid sumsum tulang belakang manusia. Sel mati berwarna merah dan sel hidup berwarna hijau.

KEMAMPUAN menumbuhkan kembali anggota tubuh yang hilang selama ini dianggap mustahil bagi manusia. Berbeda dengan salamander atau beberapa spesies amfibi lain yang mampu meregenerasi kaki, ekor, bahkan bagian organ tubuh, manusia dan mamalia umumnya hanya dapat menyembuhkan luka melalui pembentukan jaringan parut.

Namun, penelitian terbaru dari Texas A&M College of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences (VMBS) membuka kemungkinan baru. Para peneliti menemukan bahwa mamalia sebenarnya mungkin masih memiliki kemampuan regeneratif tersembunyi yang selama ini “terkunci” di dalam mekanisme penyembuhan tubuh.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications dan dinilai sebagai salah satu langkah penting dalam pengembangan pengobatan regeneratif di masa depan. Penelitian dipimpin oleh Profesor Ken Muneoka dari Department of Veterinary Physiology and Pharmacology VMBS yang selama puluhan tahun mempelajari regenerasi jaringan pada mamalia.

“Mengapa beberapa hewan dapat beregenerasi dan yang lain, khususnya manusia, tidak dapat beregenerasi adalah pertanyaan besar yang telah diajukan sejak zaman Aristoteles,” kata Muneoka dikutip dari Science Daily. Ia menjelaskan bahwa selama ini para ilmuwan menganggap ketidakmampuan mamalia untuk menumbuhkan kembali bagian tubuh sebagai batas biologis permanen. Namun, hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa kemampuan tersebut mungkin sebenarnya masih ada, hanya tidak aktif dalam proses penyembuhan normal.

Dalam studi tersebut, para peneliti berhasil meregenerasi jaringan tulang dan jaringan ikat pada mamalia melalui metode perawatan dua langkah menggunakan faktor pertumbuhan tertentu. Meski jaringan baru yang terbentuk belum sepenuhnya sempurna, hasil tersebut menunjukkan adanya potensi nyata untuk mengarahkan proses penyembuhan tubuh menuju regenerasi, bukan sekadar pembentukan bekas luka.

Ketika mamalia mengalami cedera serius, tubuh biasanya merespons dengan fibrosis, yaitu proses pembentukan jaringan parut. Dalam proses ini, sel fibroblast bergerak cepat untuk menutup luka demi melindungi tubuh dari infeksi.

Namun, proses cepat tersebut justru menghentikan kemungkinan pembentukan kembali struktur tubuh yang hilang. Sementata itu pada hewan regeneratif seperti salamander, sel-sel serupa justru membentuk blastema, yaitu struktur sementara yang menjadi dasar pertumbuhan jaringan baru. “Seolah-olah sel-sel ini dapat bergerak ke dua arah yang berbeda,” ujar Muneoka. “Mereka dapat membuat bekas luka atau membuat blastema,” tambahnya.

Menurutnya, penelitian tersebut berfokus pada upaya mengalihkan perilaku fibroblast agar memilih jalur regenerasi dibanding pembentukan jaringan parut. Untuk menguji hipotesis tersebut, para peneliti mengembangkan terapi dua tahap menggunakan dua faktor pertumbuhan yang telah lama dipelajari dalam dunia biologi.

Salah satu temuan paling penting dalam penelitian ini adalah regenerasi ternyata tidak selalu membutuhkan penambahan sel punca dari luar tubuh. Selama ini, banyak pendekatan pengobatan regeneratif berfokus pada transplantasi stem cell atau sel punca sebagai cara memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Penjarahan Terjadi di Sejum...
Luar Negeri
Serangan Drone Ukraina Hant...
Luar Negeri
Sedikitnya 19 Orang Tewas p...
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.