RDF Rorotan Beroperasi: DLH DKI Jamin Keamanan Lingkungan dan Filter Ketat Truk Sampah
📅 Minggu, 01 Feb 2026, 14:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memastikan operasional Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan di Cilincing, Jakarta Utara, dilakukan secara bertahap dan berada dalam pengawasan ketat. Langkah ini diambil untuk merespons kekhawatiran warga terkait potensi dampak lingkungan dari fasilitas pengolahan sampah tersebut.
Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto menegaskan RDF Rorotan tidak langsung dijalankan pada kapasitas penuh. Operasional awal dimulai dari volume kecil sebelum dinaikkan secara bertahap sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta.
"Kami memahami kekhawatiran warga. Oleh karena itu, operasional RDF Rorotan tidak langsung dijalankan pada kapasitas maksimal 2.500 ton per hari. Kami memulai dari 200 ton per hari, kemudian meningkat menjadi 400 ton, 600 ton, dan secara bertahap menuju kapasitas 1.000 ton per hari sesuai arahan Gubernur," ujar Asep.
DLH mencatat saat ini RDF Rorotan dioperasikan selama lima hari dalam sepekan dengan sistem dua shift kerja. Sementara itu, waktu akhir pekan dimanfaatkan untuk pembersihan fasilitas serta penataan area operasional.
Asep menyebut bahan baku sampah yang masuk ke RDF Rorotan berasal dari wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Seluruh proses pengolahan diklaim telah dilengkapi dengan sistem pengendalian emisi dan kebauan yang mengikuti standar teknis yang berlaku.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mencegah potensi gangguan lingkungan selama distribusi sampah, DLH menerapkan aturan ketat pada armada pengangkut. Seluruh sampah wajib diangkut menggunakan truk compactor tertutup.
Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan bau serta mencegah ceceran air lindi di sepanjang jalur pengangkutan. DLH juga menyiagakan pos pemantauan di dua akses utama menuju RDF Rorotan.
Pos pantau tersebut berfungsi memastikan setiap kendaraan pengangkut memenuhi standar operasional prosedur. Kendaraan yang tidak sesuai ketentuan akan langsung dihentikan dan diminta kembali ke lokasi asal.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Selama hampir empat pekan terakhir, tidak terdapat keluhan warga terkait ceceran air lindi di jalur pengangkutan. DLH memastikan langkah mitigasi terus dilakukan, termasuk saat kondisi cuaca ekstrem," kata Asep.
Ia menambahkan, pengawasan ketat ini merupakan bagian dari komitmen DLH dalam menjaga kenyamanan masyarakat sekitar. Pemerintah daerah juga menargetkan RDF Rorotan menjadi fasilitas pengelolaan sampah yang modern dan bertanggung jawab.
Terkait isu kualitas udara, Asep membantah kabar yang menyebut Sistem Pemantau Kualitas Udara (SPKU) di sekitar RDF Rorotan dimatikan. Ia menegaskan perangkat tersebut sedang menjalani proses kalibrasi lapangan atau uji kolokasi.
Kalibrasi dilakukan untuk memastikan data kualitas udara dan tingkat kebauan yang dihasilkan lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Proses ini disebut sebagai prosedur teknis standar, khususnya untuk fasilitas baru dengan karakteristik lingkungan pesisir.
Sejak Desember 2025, DLH telah memasang delapan unit SPKU di sekitar area RDF Rorotan. Perangkat tersebut dilengkapi sensor pemantauan kebauan ambien yang berfungsi sebagai sistem peringatan dini.
"Proses kalibrasi melibatkan pengambilan sampel dan pengujian di laboratorium terakreditasi sebelum data ditampilkan kepada publik. Dengan demikian, SPKU berfungsi sebagai sistem peringatan dini dan alat pembacaan tren perubahan kualitas udara, bukan untuk penilaian instan dalam satu angka," jelas Asep.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!