Proyek LRT Fase 1B Velodrome–Manggarai Capai 56,8 Persen, Target Beroperasi 2026
📅 Kamis, 03 Jul 2025, 14:50 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Jakarta Globe
JAKARTA - Pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Velodrome di Jakarta Timur dengan Manggarai di Jakarta Selatan kini telah melewati setengah jalan. Hingga akhir Juni 2025, progres fisik proyek mencapai 56,8 persen, melebihi target pada periode yang sama.
Pekerjaan sipil berupa pemasangan tiang pancang, girder, hingga pembangunan stasiun terus dilakukan di sepanjang jalur proyek. Meski menghadapi tantangan berupa kepadatan permukiman dan lalu lintas di kawasan proyek, tim di lapangan tetap mempercepat proses konstruksi. Direktur Proyek Ramdani Akbar menyampaikan pihaknya terus mendorong percepatan di semua segmen dengan koordinasi intensif bersama kontraktor dan pemerintah daerah.
“Ini sudah di atas target kita dan kita terus dorong progresnya dari Velodrome sampai Manggarai,” ujar Ramdani.
Pengembang proyek, PT Jakarta Propertindo (Jakpro), menargetkan seluruh pekerjaan sipil rampung pada akhir 2025. Setelah itu, fokus akan dialihkan pada integrasi sistem dan tahap pengujian. Pengujian dan komisioning dijadwalkan dimulai pada kuartal ketiga tahun 2026, yang menjadi fase krusial untuk memastikan kesiapan operasional dan integrasi dengan jalur LRT Fase 1A yang telah beroperasi lebih dulu.
Jalur LRT Velodrome–Manggarai membentang sepanjang 6,4 kilometer dan mencakup lima stasiun, yaitu Stasiun Pemuda, BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai. Proyek ini diharapkan dapat mengurangi beban kemacetan di jalur-jalur utama Jakarta, sekaligus menekan kepadatan penumpang di Stasiun Manggarai yang selama ini menjadi simpul transportasi tersibuk di Ibu Kota.
Sebaiknya Anda baca juga:
LRT Fase 1B merupakan bagian dari proyek besar LRT Jabodebek yang menghubungkan Jakarta dengan kawasan penyangga seperti Bogor, Depok, dan Bekasi. LRT Jabodebek sendiri dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp 32,6 triliun atau setara USD 2 miliar. Adapun untuk segmen Fase 1B Velodrome–Manggarai, biaya yang dianggarkan sebesar Rp 5,5 triliun.
Sejak mulai beroperasi, LRT Jabodebek mencatat sebanyak 18 juta penumpang sepanjang tahun 2024. Operasionalnya dikelola oleh perusahaan BUMN Kereta Api Indonesia (KAI) yang juga akan terlibat dalam uji coba dan pengelolaan layanan LRT Fase 1B mendatang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!