Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Presiden Prabowo Pasang Target Besar: Impor BBM Harus Dikurangi, RI Didorong Swasembada Energi

📅 Rabu, 28 Jan 2026, 20:45 WIB | Oleh:
Presiden Prabowo Pasang Target Besar: Impor BBM Harus Dikurangi, RI Didorong Swasembada Energi Doc: ANTARA/Genta Tenri Mawangi
Ket. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang juga Ketua Harian Dewan Energi Nasional (kiri) hormat kepada Presiden Prabowo Subianto (kanan) saat prosesi penandatanganan berita acara pelantikan ketua harian dan anggota Dewan Energi Nasional di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1).

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tegas kepada ketua harian dan anggota Dewan Energi Nasional (DEN), yang seluruhnya baru saja dilantik di Istana Negara, Jakarta, Rabu, untuk segera menyusun strategi pengurangan impor bahan bakar minyak (BBM) dan memperkuat ketahanan energi nasional menuju swasembada energi.

"Ada empat fokus Bapak Presiden, yang pertama itu adalah kedaulatan energi, itu enggak boleh ada intervensi dari pihak mana pun. Yang kedua itu adalah tentang ketahanan energi. Kita tahu bahwa ketahanan energi kita hanya 21 hari, dan ini kita akan up (tingkatkan, red.) menjadi tiga bulan, dan ini pasti kita akan membangun storage," kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang juga Ketua Harian Dewan Energi Nasional menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Rabu.

Bahlil mengatakan Presiden Prabowo kemudian meminta Dewan Energi Nasional juga untuk menyusun strategi untuk memperkuat kemandirian energi, dan menyusun peta jalan menuju swasembada energi.

"Kita tahu kita hari ini masih impor BBM kurang lebih sekitar 30 juta lebih kiloliter, baik solar maupun bensin, dan yang keempat itu adalah swasembada. Pasti kami akan melakukan bertahap dan tujuan pada akhirnya itu adalah swasembada," sambung Ketua Harian Dewan Energi Nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil menyebut peta jalan (roadmap) untuk mewujudkan swasembada energi itu telah rampung dibuat.

"Tahapannya sekarang sudah mulai membangun untuk bagaimana kita bekerja sama dengan negara mana, dan organisasinya sudah hampir rampung selesai juga. Butuh perpres (peraturan presiden), lagi dalam proses. Ya, mudah-mudahan ini bisa cepat," ujar Bahlil.

Di Istana Negara, Jakarta, Rabu, Presiden Prabowo melantik Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional, serta tujuh menteri sebagai anggota Dewan Energi Nasional dari unsur pemerintah. Tujuh menteri itu, yaitu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.

Dalam acara yang sama, Presiden Prabowo juga melantik delapan anggota Dewan Energi Nasional dari unsur pemangku kepentingan. Delapan orang itu, yaitu Johni Jonatan Numberi dan Mohammaf Fadhil Hasan, yang keduanya dari unsur akademisi, kemudian ada Satya Widya Yudha dan Sripeni Inten Cahyani, yang keduanya berasal dari unsur industri.

Dari unsur teknologi, ada Unggul Priyanto, kemudian ada Saleh Abdurrahman dari unsur lingkungan hidup. Dua anggota lainnya, ada Muhammad Kholid Syeirazi dan Surono dari unsur konsumen.

Dalam struktur Dewan Energi Nasional, lembaga itu dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Dewan Energi Nasional. Presiden Prabowo dibantu oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka selaku Wakil Ketua Dewan Energi Nasional, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia selaku Ketua Harian Dewan Energi Nasional, dan tujuh menteri sebagai anggota dari unsur pemerintah, dan delapan anggota dari unsur pemangku kepentingan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.