Persaingan Bisnis, Jepang Batasi Ekspor Semikonduktor dan Tiongkok Siapkan Aksi Balasan
📅 Selasa, 04 Apr 2023, 01:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara/Getty/Kyodo
Beijing - Persaingan bisnis. Otoritas Tiongkok tengah menyiapkan aksi balasan terhadap Jepang kalau memang benar-benar menerapkan pembatasan ekspor semikonduktor.
"Kalau sampai Jepang membatasi kerja sama sektor semikonduktor dan sangat mengganggu kepentingan Tiongkok, maka Tiongkok akan bertindak lebih tegas daripada tinggal diam," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok (MFA) Mao Ning di Beijing, Senin.
Kementerian Perekonomian, Perdagangan, dan Industri Jepang pada 31 Maret mengumumkan akan mengamandemen Undang-Undang Valuta Asing dan Perdagangan Luar Negeri dengan memperketat kontrol ekspor atas 23 piranti manufaktur semikonduktor kualitas tinggi.
Sejumlah media meyakini amandemen tersebut akan menyulitkan perusahaan Jepang untuk mengekspor komponen utama rangkaian elektronik itu ke Tiongkok.
"Tiongkok telah membuat demarkasi dengan pihak Jepang di berbagai tingkatan sebagai bentuk ungkapan ketidakpuasan dan keprihatinan kami," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Mao, dalam berbagai kesempatan pihak Jepang telah menyampaikan kenyamananbermitra dalam perdagangan dan perekonomian dengan Tiongkok sehingga berkomitmen meningkatkan kerja tanpa berupaya mencampakkan Tiongkok.
"Kami berharap Jepang bertindak nyata, objektif, fair, dan mengikuti mekanisme pasar," ujarnya.
Tiongkok merupakan pasar semikonduktor terbesar di dunia. Impor sirkuit terpadu(IC)Tiongkok telah mencapai 600 miliar dolar AS per tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tiongkok juga menjadi pasar ekspor semikonduktor Jepang dengan nilai lebih dari 10 miliar dolar AS per tahun atau sekitar seperempat dari total ekspor komponen semikonduktor Jepang secara global.
Dalam sektor semikonduktor itu, kerja sama Tiongkok-Jepang berdasarkan prinsip yang saling menguntungkan.
"Kontrol ekspor yang menargetkan Tiongkok tidak akan berdampak terhadap industri dan rantai pasokan semikonduktor, justru akan membuat perusahaan-perusahaan Jepang menderita," kata Mao.
Oleh sebab itu, dia mengingatkan Jepang bersikap bijak dalam membuat keputusan dan menghindari timbulnya permasalahan baru yang kompleks sehingga bisa mengganggu hubungan bilateral dengan Tiongkok.
Sebelumnya, dalam kunjungannya ke Tiongkok pada 1-2 April, Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi menyatakan keinginannya untuk meningkatkan kerja sama di segala bidang dengan negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
Pembatasan ekspor semikonduktor terhadap Tiongkok sebelumnya juga diterapkan Amerika Serikat, Belanda, Korea Selatan, dan Taiwan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!