Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perlu Banyak Kolaborasi Edukasi Terkait HIV/AIDS

📅 Rabu, 27 Nov 2024, 04:00 WIB | Oleh:
Perlu Banyak Kolaborasi Edukasi Terkait HIV/AIDS Doc: ANTARA/HO-Pemkot Tangerang
Ket. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni (depan) di acara peringatan Hari AIDS Sedunia di Tangerang City Mall, Senin (25/11).

TANGERANG – Edukasi mengenai penanggulangan HIV/AIDS perlu terus ditingkatkan dengan kolaborasi berbagai pihak. Selain itu, juga penting mendorong masyarakat untuk makin peduli sehingga mau berkontribusi dalam ikut serta mencegah persebaran penyakit tersebut.

Salah satu yang berpartisipasi dalam pencegahan HIV/AIDS datang dari Yayasan Cita Andaru Bersama, Yayasan Wahana Cita Indonesia, Yayasan Bina Muda Gemilang, Yayasan Mutiara Maharani, EPIC Indonesia, USAID Prevent TB, dan Jaringan Indonesia Positif. “Maka, kepada mereka dinkes memberi penghargaan,” tutur Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Dini Anggraeni. Penghargaan diberikan bersamaan dengan peringatan Hari AIDS Sedunia.

“Kami sangat terkesan dengan peringatan kali ini. Semua berjalan sukses, lancar, dan meriah. Juga di ruang-ruang publik,” katanya. Dinkes Kota Tangerang memberi penghargaan kepada komunitas penyintas yang selama ini telah berkontribusi sebagai mitra penanggulangan pencegahan HIV/AIDS.

Menurut Dini, dinkes juga memberikan penghargaan khusus sebagai bentuk terima kasih kepada mitra-mitra yang selama ini telah bekerja sama mendampingi, menanggulangi, danmencegah HIV/AIDS di Kota Tangerang. “Penghargaan diharapkan mendorong relasi kerja sama dapat terus berlanjut,” harap Dini.

Lebih jauh Dini, menyatakan peringatan kali ini adalah pertama kali diselenggarakan setelah pandemi. Dinkes berkolaborasi dengan lintas komunitas peduli penyintas. Pemkot Tangerang mengelar talk show dan penandatanganan perjanjian kerja sama. Juga ada penyelenggaraan skrining HIV, TB, dan Infeksi Seksual Menular (ISM) secara gratis.

Selain itu, Pemkot Tangerang berharap peringatan ini menjadi salah satu strategi yang efektif untuk mencegah stigma kepada penyintas HIV/AIDS di Kota Tangerang. “Apalagi Pemkot Tangerang juga telah berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan setara di seluruh fasilitas kesehatan,” katanya.

Dua Penghargaan

Masih terkait penghargaan, Pemerintah Kota Depok juga ketiban berkat. Kota Depok mendapat dua penghargaan sekaligus dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) dalam penanganan stunting. Penghargaan diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono.

“Syukurlah, Pemkot Depok mendapat penghargaan dari Pemprov Jabar dalam percepatan penurunan angka stunting Depok,” kata Imam Budi di Depok, Selasa. Imam menyebutkan, ada dua kategori yang diberikan penghargaan dari Pemprov Jabar. Keduanya, kategori kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS ) dan inovasi.

“Saya selaku Ketua TPPS Kota Depok menerima penghargaan itu,” ucap Imam. Pria yang akrab disapa Bang Imam ini menyatakan, penghargaan tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Depok memiliki komitmen kuat dalam percepatan penurunan stunting. Penurunan ditempuh dengan kolaborasi heptahelix: pemerintah, warga, LSM, pengamat, media, akademisi, dan swasta. Mereka terlibat dalam intervensi spesifik dan sensitif penanganan stunting.

Menurutnya, 27 kabupaten/kota, saat ini terdapat empat kota dan enam kabupaten yang menerima penghargaan dari Provinsi Jawa Barat. wid/Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.