Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perbankan Diminta Tingkatkan Pendanaan ke Proyek EBT

📅 Kamis, 09 Nov 2023, 00:03 WIB | Oleh:
Perbankan Diminta Tingkatkan Pendanaan ke Proyek EBT Doc: Sumber: Kementerian ESDM - KORAN JAKARTA/ONES

JAKARTA - Perbankan nasional didorong untuk meningkatkan pendanaan ke proyek-proyek energi baru terbarukan (EBT). Hal itu untuk mendukung terwujudnya emisi nol karbon pada 2050 mendatang.

Peneliti ekonomi lingkungan dan pendiri Think Policy, Andhyta Firselly Utami, mengatakan perbankan memiliki peran dalam mendukung proyek-proyek yang berfokus pada energi terbarukan, efisiensi energi, dan tata kelola perusahaan yang baik," kata Andhyta di Jakarta, baru-baru ini.

RI saat ini sedang bergerak menuju pembiayaan berkelanjutan dengan berbagai inisiatif dari pemerintah dan perusahaan swasta. Beberapa bank telah mengadopsi praktik keuangan berkelanjutan, termasuk penerbitan obligasi hijau atau green bonds untuk mendukung proyek berkelanjutan.

Dalam upaya mencapai pembiayaan berkelanjutan, perbankan memegang peran sentral. Perbankan tidak hanya sebagai penyedia dana, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam mendorong praktik bisnis yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kendati demikian, lanjut Andhyta, terdapat tantangan dalam mengintegrasikan pembiayaan berkelanjutan dalam skala yang lebih besar.

Salah satu tantangan utama adalah perluasan praktik keuangan berkelanjutan di luar proyek-proyek besar dan berdampak langsung seperti energi terbarukan. Selain itu, meningkatkan inklusi keuangan berkelanjutan juga menjadi tantangan yang masih dihadapi, terutama di pedesaan.

Lebih lanjut dikatakan, perubahan iklim adalah faktor utama yang mendasari inisiatif keuangan berkelanjutan dan transisi nir-emisi. Dalam laporan World Bank bertajuk "Turn Down the Heat: Confronting the New Climate Normal", menyebutkan bahwa perubahan iklim telah menyebabkan peningkatan suhu rata-rata global yang berdampak pada pola cuaca yang ekstrem, kenaikan tingkat laut, dan berbagai ancaman bagi masyarakat dan lingkungan.

Menurut Andhyta, semua pihak perlu bekerja sama untuk minimalisir kenaikan suhu global pada 2040 nanti hingga maksimal di bawah 1,5 persen atau lebih rendah lagi. "Tanpa tindakan bersama, planet ini akan terus memanas dan peristiwa cuaca ekstrem yang saat ini kadang-kadang terjadi dapat menjadi iklim normal yang baru," katanya.

Progresnya Lambat

Pengamat EBT dari Universitas Janabadra Yogyakarta, Moch Syamsiro, mengatakan pendanaan perbankan adalah hal yang krusial dan mendesak mengingat banyak proyek-proyek EBT yang progresnya sangat lambat.

"Maka perlu pendanaan perbankan yang masif untuk mempercepat eksekusi rencana proyek EBT. Namun, tentunya didukung dengan kebijakan pemerintah yang turut membantu mendorong realisasi EBT, seperti insentif, perpajakan, dan lain-lain sehingga investor semakin berminat menggarap EBT di Indonesia," papar Syamsiro.

Sementara itu, pengamat energi dari UGM Yogyakarta, Fahmi Radhi, mengatakan perlunya pengembangan green financing yang memberikan bunga lebih rendah untuk pembiayaan proyek berbasis EBT. "Untuk mengembangkan skema green financing perlu kerja sama dengan pemerintah, BI, dan lembaga penjamin," kata Fahmi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.