Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengunjung Gunung Padang Mencapai 2.400 Orang dalam Sebulan

📅 Selasa, 05 Agu 2025, 17:30 WIB | Oleh:
Pengunjung Gunung Padang Mencapai 2.400 Orang dalam Sebulan Doc: ANTARA/Ahmad Fikri
Ket. Wisatawan asing asal Pakistan, Mansur, sengaja datang ke Situs Megalitikum Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Cianjur, Jawa Barat setelah mengetahui situs tertua di dunia itu dari Internet.

CIANJUR - Pengelola Situs Megalitikum Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mencatat angka kunjungan selama satu bulan terakhir ke situs tertua di dunia itu mencapai 2.400 orang, 86 orang di antaranya wisatawan mancanegara.

Juru pelihara sekaligus Koordinator Pengelolaan Situs Gunung Padang Yuda di Cianjur, Selasa, mengatakan kunjungan wisatawan asing dari berbagai negara seperti Asia, Timur Tengah, Eropa dan Amerika mengalami peningkatan sepanjang tahun 2025.

"Hampir setiap akhir pekan ada wisatawan asing yang datang lima sampai 10 orang dari berbagai negara. Peningkatan yang cukup tinggi terjadi sepanjang bulan Juli atau satu bulan terakhir," katanya.

Sebagian besar wisatawan asing yang datang sengaja untuk melihat situs yang disebut lebih tua dari piramida Giza di Mesir, dan beberapa orang di antaranya peneliti dan penulis. Mereka mengetahui keberadaan Gunung Padang dari media sosial.

Dia menyebutkan keberadaan situs megalitikum di Kecamatan Campaka itu mulai dikenal luas hingga mancanegara setelah setelah tim ahli melakukan penelitian beberapa tahun yang lalu dan tahun 2025 kembali dilanjutkan.

"Kunjungan wisatawan asing ke Gunung Padang terus meningkat setelah penelitian dilakukan beberapa tahun lalu, biasanya akhir pekan jumlahnya akan terlihat jelas berbaur dengan wisatawan dalam negeri," katanya.

Pihaknya yang dipercaya sebagai juru pelihara situs mendukung penuh penelitian dan pemugaran lanjutan dilakukan guna mengungkap misteri yang tersimpan di balik pundan berundak yang disebut sudah berdiri 5.000 tahun sebelum masehi.

Bahkan ketika misteri yang tersimpan dapat terungkap, tentunya akan berdampak luas bagi masyarakat sekitar terutama perekonomian, di mana angka kunjungan akan terus bertambah sehingga dapat menjadi penghasilan bagi warga sekitar.

"Tentunya akan berdampak positif, di mana masyarakat sekitar situs dapat mengembangkan usaha mulai dari rumah penginapan atau homestay, warung, dan fasilitas pendukung lain," katanya.

Seorang turis asal Pakistan, Mansur, mengaku mengetahui keberadaan situs tertua di dunia itu dari internet, sehingga saat mendapat kesempatan berkunjung ke Indonesia, dia meminta diantar ke Cianjur untuk melihat langsung Situs Megalitikum Gunung Padang.

"Ini salah satu keajaiban buatan manusia yang patut dipromosikan secara luas. Gunung Padang memiliki daya tarik historis yang kuat dan layak dikenal dunia. Saya mendorong pemerintah Indonesia lebih gencar mempromosikan destinasi unggulannya," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.