Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penelitian Situs Gunung Padang Dilanjutkan Kementerian Kebudayaan

📅 Senin, 28 Jul 2025, 19:28 WIB | Oleh:
Penelitian Situs Gunung Padang Dilanjutkan Kementerian Kebudayaan Doc: ANTARA/Ahmad Fikri
Ket. Penelitian dan pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kembali dilakukan guna mengungkap misteri di dalamnya.

CIANJUR - Kementerian Kebudayaan melanjutkan penelitian dan pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melibatkan 10 ahli berbagai bidang dan 100 peneliti.

Arkeolog Ali Akbar sekaligus ketua tim pemugaran dan penelitian lanjutan di Cianjur, Senin, menyebutkan 10 ahli tersebut terdiri dari berbagai bidang dan 100 peneliti yang terlibat merupakan peneliti dalam negeri bukan peneliti dari luar negeri atau asing.

"Kami melakukan komunikasi dan penjadwalan dengan Kementerian Kebudayaan terkait pelaksanaan pemugaran, termasuk membuat jadwal kegiatan dan penentuan nama ahli yang dilibatkan, sedangkan pelaksanaan dimulai awal Agustus," katanya.

Dia menjelaskan lanjutan dari penelitian dan pemugaran yang dilakukan guna mengungkap misteri yang tersimpan dalam situs piramida punden berundak dengan fokus pilar batu tegak yang terlihat di permukaan tanah.

Pilar tersebut diduga merupakan fondasi atau bagian dari sebuah struktur bangunan di dalam situs prasejarah yang pertama kali ditemukan seorang peneliti Belanda N J Krom pada tahun 1914.

"Pemugaran akan dilakukan selama tiga bulan di mana luas area yang diteliti bergantung pada hasil kajian awal seperti luas situs dan kemungkinan ada berapa lapisan budaya," katanya.

Dia menuturkan situs yang memiliki luas 291.800 meter itu merupakan bukti kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban masa lalu, di mana arsitektur dan tata letaknya penuh dengan perhitungan yang luar biasa.

Hasil ekskavasi awal, kata dia, ditemukan di bawah bangunan yang saat ini nampak di permukaan, masih ada struktur bangunan lainnya, sehingga masih banyak misteri yang belum terungkap.

"Mulai dari diduga adanya ruangan di bawah struktur bangunan, usia struktur paling dasar, hingga hilangnya peradaban maju yang membuat situs. Kami berharap dengan dilanjutkannya penelitian dan pemugaran dapat mengungkap misteri di dalamnya," kata dia.

Situs Gunung Padang merupakan peninggalan prasejarah yang disusun menggunakan batuan kekar tiang (columnar joints) yang tergolong langka, batu disusun sedemikian rupa sehingga membentuk tangga, dinding, kursi, teras, dan pilar-pilar.

Penelitian tahap awal dilakukan untuk mengungkap fungsi pilar batu tegak yang jumlahnya sekitar empat pilar, di mana yang di permukaan usianya paling muda, dibangun pada tahun 500 Masehi.

Sedangkan empat meter di bawahnya ditemukan struktur bangunan berusia 500 sebelum Masehi, dan beberapa meter di bawahnya lagi ada struktur bangunan yang usianya sekitar 5.200 sebelum Masehi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.