Peneliti Kaji Potensi Infeksi Jamur Akibat Perubahan Iklim, Seperti di The Last of Us?
📅 Kamis, 26 Jan 2023, 16:33 WIB | Oleh: SulianaMeski sebagian besar jamur hidup pada suhu yang lebih dingin dan karenanya tidak menginfeksi manusia, para peneliti menemukan bahwa beberapa spesies jamur berhasil tumbuh pada suhu yang lebih hangat
Peneliti mikrobiologi yang mengkhususkan diri pada penyakit jamur di Johns Hopkins, Arturo Casadevall mengatakan, perubahan iklim dalam beberapa tahun terakhir dapat membawa infeksi jamur baru pada manusia.
Jamur bernama Candida auris misalnya. Casadevall menjelaskan Candida auris telah menyebabkan infeksi serius. Pasalnya, jamur jenis ini diketahui dapat hidup di usus manusia sebagai bagian dari mikrobioma. Mereka bahkan dapat lolos ke dalam darah dan organ saat kita sakit dengan kondisi serius.
Menurut studi bertajuk The rise of Candida auris: from unique traits to co-infection potential, Candida auris adalah patogen jamur multidrug resisten (MDR) dengan risiko kematian 30 persen hingga 60 persen. Artinya, jamur jenis ini resisten terhadap hampir semua obat antijamur.
Pertama kali diidentifikasi pada tahun 2009, Candida auris dengan cepat muncul menjadi risiko global dan dinyatakan sebagai ancaman kesehatan yang mendesak oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).
Sebaiknya Anda baca juga:
Infeksi Candida auris dapat menyebar dengan cepat dan menyebabkan infeksi serius pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Melansir laman The Conversations, infeksi Candida auris mirip dengan sepsis, di mana jamur masuk ke dalam darah dan organ manusia yang mencegahnya bekerja dengan baik.
Menyadur The Washington Post, jamur Candida auris telah dilaporkan muncul secara bersamaan di berbagai benua dan menyebar ke Amerika Serikat (AS), menginfeksi banyak pasien Covid-19 di rumah sakit.
Kemampuan Candida auris untuk tumbuh pada suhu yang lebih tinggi hingga 42 derajat Celcius dan kemunculannya di tiga benua, membuat banyak peneliti berteori bahwa pemanasan iklim global mungkin telah berkontribusi terhadap kenaikannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam sebuah makalah yang membandingkan kerentanan suhu Candida auris dengan kerabat dekatnya, Casadevall menunjukkan bahwa fenomena itu bisa menjadi "contoh pertama penyakit jamur baru" yang muncul dari perubahan iklim modern.
"Jamur akan beradaptasi dengan iklim yang lebih hangat dengan mengembangkan toleransi panas yang lebih besar," kata Casadevall.
"Beberapa kemudian dapat tumbuh pada suhu manusia dan menyebabkan penyakit jamur baru yang belum pernah kita lihat sebelumnya," sambungnya.
Risiko inilah yang coba diangkat dalam serial post apocalyptic terbaru "The Last of Us" yang diadaptasi dari video game dengan judul yang sama.
The Last of Us menceritakan 20 tahun setelah infeksi spesies jamur Cordyceps. Diceritakan, jamur tersebut ternyata merupakan spora beracun yang didalamnya terdapat sebuah virus yang mampu menginfeksi manusia dan membuat mereka berubah menjadi haus darah seperti zombie.
David Hughes, seorang ahli entomologi yang membagikan penelitian jamurnya dengan pembuat video game "The Last of Us" menjelaskan bahwa infeksi jamur pada manusia dapat meningkat dan menyebar lebih cepat pada iklim yang lebih hangat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!