Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Budaya dan Wisata Singkawang Tampil di Ajang Timeless Harmony 

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 21:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Budaya dan Wisata Singkawang Tampil di Ajang Timeless Harmony  Doc: ANTARA/ Narwati
Ket. Pameran timeless harmony explore Singkawang di Jakarta.

SINGKAWANG – Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, makin gencar mengenalkan pesona budaya dan pariwisatanya ke level nasional hingga internasional.

Lewat pameran bertajuk Discover Timeless Harmony: Explore Singkawang yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, kota berjuluk Kota Seribu Kelenteng ini ingin memperluas jangkauan promosi wisatanya.

Pameran yang berlangsung hingga Maret 2026 tersebut diharapkan bisa menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memperkuat citra Singkawang sebagai destinasi budaya yang kaya dan penuh harmoni.

Peluncuran program dilakukan oleh Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar bersama Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan Singkawang sebagai kota multikultural yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan harmoni sosial.

“Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa toleransi di Singkawang bukan sekadar slogan, tetapi praktik nyata yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” kata Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie di Singkawang, Minggu.

Dia mengatakan, program discover timeless harmony menegaskan, identitas Singkawang sebagai kota seribu kelenteng, miniatur Indonesia, dan kota tertoleran, dengan keberagaman etnis dan agama yang hidup berdampingan secara harmonis.

Ia menjelaskan, promosi budaya dan pariwisata Singkawang dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor perhotelan, guna menjangkau masyarakat nasional maupun internasional.

Sebagai bagian dari rangkaian program tersebut, Hotel Borobudur Jakarta menghadirkan program kuliner tematik bertajuk discover Singkawang yang berlangsung mulai 19 Januari hingga 19 Maret 2026. Program ini menampilkan beragam kuliner khas Singkawang yang merepresentasikan perpaduan budaya Tionghoa dan lokal.

Sejumlah menu tradisional dihadirkan dengan resep autentik, di antaranya Bubur Gunting, Choi Pan (Chai Kwe), Es Nam Mong atau Es Lidah Buaya, serta Rujak Singkawang, yang dapat dinikmati oleh tamu hotel maupun masyarakat umum.

Dia menambahkan, tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Singkawang karena perayaan Imlek berdekatan dengan awal bulan suci Ramadan. Pemkot Singkawang telah menyiapkan rangkaian kegiatan Imlek, Cap Go Meh, dan Ramadan Fair yang melibatkan berbagai paguyuban seni budaya.

“Rangkaian kegiatan ini menjadi wujud nyata perawatan harmoni dan toleransi, sekaligus memperkuat posisi Singkawang sebagai destinasi budaya yang inklusif,” katanya.

Melalui discover timeless harmony explore Singkawang, dia berharap nilai-nilai kebersamaan, keberagaman, dan toleransi yang telah tumbuh di masyarakat dapat dikenal lebih luas, sekaligus mendorong peningkatan sektor pariwisata daerah.

Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, keberagaman etnik dan budaya yang hidup berdampingan secara damai merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia yang perlu terus dirawat dan diperkenalkan ke dunia internasional.

“Konfigurasi etnik yang harmonis adalah rahmat yang memperindah identitas bangsa. Singkawang menunjukkan bahwa perbedaan dapat menjadi kekuatan dan inspirasi bagi Indonesia,” kata Nasaruddin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.