Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Kalimantan Barat Perkuat Swasembada Pangan lewat Optimalisasi Lahan dan Tanam Padi Serentak

📅 Kamis, 08 Jan 2026, 17:52 WIB | Oleh:
Pemprov Kalimantan Barat Perkuat Swasembada Pangan lewat Optimalisasi Lahan dan Tanam Padi Serentak Doc: Antara Foto
Ket. Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan melaksanakan panen padi di Kecamatan Anjungan, Kelurahan Anjungan Melancar, Kabupaten Mempawah, sebagai bagian dari panen padi serentak nasional yang juga dipusatkan oleh Presiden Republik Indonesia di Provinsi Jawa Barat.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengintensifkan upaya pencapaian swasembada pangan melalui berbagai program untuk mewujudkan kemandirian pangan daerah.

"Adapun beberapa program yang kita lakukan antara lain optimalisasi lahan (oplah), Gerakan Tanam Padi Serentak, serta dukungan infrastruktur pengairan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I, dengan target surplus beras dan penguatan lahan siap tanam di seluruh wilayah provinsi," kata Wakil Gubernur Kalbar Krisantus di Mempawah, Kamis.

Kurniawan mengungkapkan rasa syukur atas pelaksanaan panen padi di Kabupaten Mempawah. Ia menilai daerah tersebut memiliki potensi pertanian yang besar, terutama dari luas lahan persawahan yang tersedia.

"Saya sempat berdialog dengan Ibu Bupati, dan memang Kabupaten Mempawah memiliki lahan sawah yang cukup luas. Ini menjadi modal penting untuk mewujudkan swasembada pangan," tuturnya.

Ia menambahkan, bersama Gubernur Kalimantan Barat, pemerintah provinsi menargetkan Kalbar mampu mandiri dalam memproduksi padi guna memenuhi kebutuhan daerah tanpa ketergantungan pasokan dari luar.

"Artinya kita mampu memproduksi padi secara mandiri untuk kebutuhan Kalimantan Barat. Ini menjadi target bersama pemerintah provinsi," katanya.

Krisantus juga menyambut baik kebijakan pemerintah pusat yang telah menetapkan harga gabah petani melalui harga eceran tertinggi (HET). Menurutnya, kebijakan tersebut memberikan kepastian ekonomi bagi petani dan memperkuat sektor pertanian sebagai sumber mata pencaharian yang berkelanjutan.

"Dengan harga gabah yang sudah ditetapkan pemerintah, petani memiliki jaminan ekonomi. Apalagi jika sawah bisa panen hingga empat kali setahun, tentu nilainya sangat besar bagi kesejahteraan masyarakat," katanya.

Ia mengimbau pemerintah kabupaten dan kota di Kalimantan Barat untuk terus mendorong penguatan sektor pertanian, mulai dari peningkatan produksi hingga kesejahteraan petani, sebagai upaya mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan daerah.

Sementara itu, Bupati Mempawah Erlina menyatakan sektor pertanian merupakan sektor unggulan daerah dalam menopang ketahanan pangan. Ia menilai keberhasilan swasembada pangan nasional menjadi bukti bahwa petani Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri dengan dukungan kebijakan pemerintah dan sinergi lintas sektor.

Pemerintah Kabupaten Mempawah, kata Erlina, berkomitmen mendukung program strategis Kementerian Pertanian dengan memperkuat peran penyuluh pertanian, meningkatkan produksi dan produktivitas, serta mendorong nilai tambah hasil pertanian melalui pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis teknologi dan kearifan lokal.

"Kami optimistis swasembada pangan di Kabupaten Mempawah dapat terus dipertahankan demi kesejahteraan petani." 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.