Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Kendari Minta SPPG Beli Bahan Baku MBG dari Masyarakat Lokal

📅 Kamis, 05 Feb 2026, 07:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Kendari Minta SPPG Beli Bahan Baku MBG dari Masyarakat Lokal Doc: ANTARA
Ket. Wali Kota Kendari Siska Karina Imran (kedua kiri) saat memimpin rapat di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (4/2/2026).

KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menginstruksikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memprioritaskan pembelian bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari komoditas yang dihasilkan oleh masyarakat lokal.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran saat ditemui di Kendari, Rabu (04/2), mengatakan bahwa langkah ini merupakan implementasi dari instruksi Presiden Prabowo Subianto agar program nasional tersebut mampu memberikan efek domino bagi penguatan ekonomi kerakyatan di daerah.

"Kami mewajibkan SPPG membeli bahan baku makanan dari masyarakat sekitar. Tidak hanya komoditasnya, tenaga kerja yang direkrut pun harus memberdayakan warga lokal," kata Siska.

Menurut Siska, potensi bahan baku dari sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta hasil tani di Kota Kendari sangat melimpah, mulai dari pasokan beras hingga komoditas perkebunan. Guna memastikan ketersediaan suplai, para lurah, camat, hingga ketua RT telah diminta aktif mendata potensi pangan di wilayah masing-masing.

Selain penyerapan produk, Pemkot Kendari melalui Dinas Tenaga Kerja akan memfasilitasi pelatihan bagi warga agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan di dapur SPPG, baik sebagai penjamah makanan maupun tenaga distribusi atau sopir.

"Langkah ini merupakan strategi kami untuk menekan angka pengangguran. Semua pegawai yang ada di dapur SPPG harus berasal dari lingkungan sekitar lokasi tersebut," ujarnya.

Siska juga menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025, cakupan penerima manfaat program MBG di Kota Lulo telah menunjukkan angka yang signifikan. Data pemerintah kota mencatat persentase penerima di tingkat sekolah telah menyentuh 85,12 persen.

Secara rinci, penerima manfaat terdiri atas 8.037 siswa taman kanak-kanak, 36.494 murid sekolah dasar (SD/MI), serta 59.328 pelajar tingkat SMP/MTs.

"Sementara itu, untuk kategori kelompok rentan lainnya seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, cakupannya telah mencapai 1.165 orang atau sekitar 26 persen dari total target," jelas Siska.

Melalui integrasi antara pemenuhan gizi nasional dan pemberdayaan ekonomi lokal, Pemkot Kendari optimistis program MBG akan menjadi katalisator kesejahteraan bagi petani, pelaku UMKM, dan pencari kerja di Kota Kendari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.