Pemkot Banjarmasin Lirik Teknologi Pirolisis Olah Sampah Plastik
📅 Senin, 09 Feb 2026, 06:30 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan melirik teknologi berupa mesin pirolisis olah sampah plastik yang diterapkan di wilayah Provinsi Bali.
Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR di Banjarmasin, Minggu, menyampaikan, daerahnya memerlukan berbagai teknologi untuk mengatasi masalah sampah, utamanya sampah plastik yang sulit terurai.
Menurut Yamin, kunjungan kerjanya bersama yayasan pengelola "Get Plastic" ke Get Foundation Jalan Raya Gering, Siabng Kaja, Bali mendapatkan gambaran langsung sebuah mesin berteknologi dari inovasi yang mampu mengubah limbah plastik menjadi produk bernilai guna tinggi, mulai dari bahan bakar minyak (BBM) hingga barang kerajinan.
"Teknologi pirolisis kami pandang sebagai salah satu alternatif yang mampu mengubah sampah plastik menjadi energi, sambil mengurangi volume sampah secara signifikan. Kita ingin setiap kebijakan membawa manfaat nyata, memberikan peluang usaha, serta mengurangi tekanan lingkungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA)," ujarnya.
Yamin pun menyampaikan, pihaknya melirik teknologi ini sebagai salah satu solusi alternatif terhadap krisis sampah di kotanya yang sempat berstatus darurat sampah karena ditutupnya Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI sejak awal Februari 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Yamin menyatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai cara untuk mengatasi sampah yang setiap harinya mencapai 600 ton, utamanya menggalakkan pilah sampah dari sumbernya, mendirikan rumah pilah sampah di setiap kelurahan dan mengaktifkan maksimal 300 bank sampah di lingkungan masyarakat.
Yamin mengungkapkan, teknologi mesin pirolisis olah sampah plastik tersebut mampu memproses 10 kg hingga 200 kg sampah plastik dalam durasi 3 hingga 5 jam melalui proses pembakaran tanpa oksigen.
Dengan teknologi ini menghasilkan beragam manfaat, yakni energi, seperti menghasilkan solar, bensin dan minyak tanah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemudian produk sampingan seperti menghasilkan black carbon (residu). Ada pula menghasilkan barang kreatif seperti black carbon (residu) diolah menjadi asbak, plakat, kulit sintetis, bricket, hingga paving block.
Pemerintah Kota berencana mengintegrasikan teknologi ini di setiap kelurahan melalui kerja sama dengan TPS 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Pendekatan ini diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal melalui ekonomi sirkular.
"Keberhasilan pengelolaan sampah adalah ketika masyarakat dan pemerintah berjalan bersama demi masa depan anak cucu kita. InsyaAllah, bismillah, kita wujudkan Banjarmasin yang lebih bersih, sehat dan maju sejahtera," demikian kata Yamin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!