Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Cianjur Lakukan Berbagai Cara Tekan Kasus TPPO

📅 Selasa, 19 Agu 2025, 19:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Cianjur Lakukan Berbagai Cara Tekan Kasus TPPO Doc: ANTARA
Ket. Kepala bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cianjur, Tenty Maryanthy.

CIANJUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, melakukan berbagai upaya guna menekan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menimpa masyarakat terutama perempuan di Cianjur, termasuk dengan menggencarkan sosialisasi dan edukasi tentang bekerja secara legal di luar negeri.

Kepala bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cianjur, Tenty Maryanthy, di Cianjur, Selasa (19/8), mengatakan angka kasus TPPO di Cianjur masih tinggi.

"Wilayah Cianjur secara geografis merupakan wilayah paling strategis sebagai lokasi atau lalu lintas TPPO, bahkan banyak pelaku TPPO yang menjalankan aksinya di Cianjur," katanya.

Kasus perdagangan orang di Cianjur, kata dia, masih tinggi dibandingkan dengan kabupaten/kota di Jawa Barat (jabar). Berdasarkan data UPTD PPA hingga Agustus 2025 tercatat terdapat 28 kasus TPPO di kabupaten tersebut.

Sebagian besar kasus sudah ditangani sampai tuntas, kata dia, namun beberapa diantaranya masih dalam proses karena perdagangan orang sangat rumit dalam penyelesaiannya dan melibatkan berbagai kalangan di dalam sampai luar negeri.

"Penanganan korban perdagangan orang tidak mudah, terutama dalam proses pemulangan, karena harus memperhatikan dampak psikologis, sosial, hingga finansial, sehingga kondisinya harus dipulihkan terlebih dahulu," katanya.

Dia mencatat kasus perdagangan orang yang terjadi di Kabupaten Cianjur menimpa perempuan dari sejumlah kecamatan, seperti Mande, Cianjur, Haurwangi, dan sejumlah kecamatan lainnya di wilayah selatan, sehingga sosialisasi dan edukasi akan lebih digencarkan hingga pelosok.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar waspada dan tidak mudah tergoda dengan janji manis oknum yang dapat memberikan pekerjaan namun berakhir penderitaan dan masalah, sehingga mereka sulit dipulangkan ke kampung halaman.

"Ketika hendak bekerja ke luar negeri atau dalam negeri pastikan aman dan nyaman, bukan karena tergiur gaji besar namun akhirnya menjadi masalah," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.