Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Belum Konsisten Mereduksi Emisi Karbon

📅 Rabu, 21 Jul 2021, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Belum Konsisten Mereduksi Emisi Karbon Doc: KORAN JAKARTA/WAHYU AP
Ket. BURUK BAGI KESEHATAN I Polusi udara merupakan dampak buruk bagi kesehatan dan kehidupan manusia seiring bertambahnya waktu. Hal ini terutama semakin parah pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

» AQI Jakarta yang tercatat 156 atau tidak sehat adalah terburuk bersama dua kota di dunia lainnya yaitu, Kabul Afganistan, Johannesburg Afrika.

» PLTU mulut tambang Sumsel 8 adalah siasat licik perusahaan tambang agar serapan batubara kalori rendahnya yang tidak laku di pasar ekspor bisa terjual di dalam negeri.

JAKARTA - Pemerintah dinilai tidak konsisten mengembangkan program energi hijau. Inkonsistensi itu terlihat dari masih terus dikembangkannya beberapa proyek pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar fosil seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang di Sumsel 8 yang berkapasitas 1.200 Megawatt (MG) dengan konsumsi sekitar 6 juta ton batubara setiap tahun.

Penggunaan batubara kalori rendah atau dimethyl ether (DME) sebagai bahan bakarnya justru akan membuat tingkat polusi dan emisi karbon menjadi sangat tinggi. Pembangunan proyek PLTU tersebut bertentangan dengan janji pemerintah yang ikut menandatangani perjanjian iklim internasional di Paris mengenai penurunan emisi karbon di Indonesia dan dunia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri dalam sambutannya pada "the P4G Partnering for Green Growth and the Global Goals 2030 Summit" akhir Mei lalu menyatakan Indonesia tengah mengembangkan industri hijau terbesar di dunia yang terletak di Kalimantan Utara (Kaltara) karena kawasan tersebut mempunyai potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan.

Menurut Presiden, pembangunan kawasan hijau sejalan dengan visi Indonesia membangun pasar karbon sebagai pemilik stok karbon terbesar dunia. Sebab itu, Indonesia kata Kepala Negara telah menerapkan perencanaan pembangunan rendah karbon yang masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN).

"Ketersediaan dukungan pendanaan dan transfer teknologi menjadi kunci sukses bagi pembangunan hijau, bagi netralitas karbon. Oleh karena itu, Indonesia terbuka bagi investasi dan transfer teknologi," kata Presiden.

Menanggapi kurang konsistennya pemerintah dalam mengembangkan energi hijau guna mereduksi emisi karbon, Manajer Kampanye dan Perkotaan Walhi, Dwi Sawung di Jakarta, Selasa (20/7) mengatakan langkah pemerintah mendorong investasi batubara berkalori rendah merupakan suatu kemunduran, karena justru membuat emisi karbon menjadi tinggi.

Saat ini jelasnya kondisi Indonesia sudah darurat iklim. Bahkan, di Ibukota Jakarta, indeks kualitas udaranya atau Air Quality Index (AQI) sudah masuk kategori tidak sehat dan terburuk bersama dua kota di dunia yaitu, Kabul di Afganistan dan Johannesburg di Afrika Selatan. Kabul, Johannesburg, dan Jakarta indeksnya 156, sedangkan satu kota lainnya yaitu Krasnoyarsk Rusia, indeksnya 153.

Dampak perubahan iklim sudah terlihat di beberapa negara. "Kalau kita tidak mengurangi emisi dan malah menggunakan bahan bakar yang emisinya tinggi malah akan menjadikan bencana iklim bukan lagi darurat,"tegas Sawung.

Langkah tersebut juga bertentangan dengan rencana pemerintah untuk mengembangkan kawasan industri hijau di Kalimantan Utara. Proyek itu akan menghambat target penurunan emisi karbon pada 2030 sebesar 29 persen.

"Belum lagi nanti kena lock in sama batubara kalori rendah tersebut. Misalnya bangun PLTU-nya sekarang paling tidak 20 tahun terkunci," tambah Sawung.

Selain membuat emisi karbon tinggi, secara teknologi program tersebut membuat Indonesia semakin tertinggal dari banyak negara karena malah menggunakan teknologi yang sudah mulai ditinggalkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Tarif Transjabodetabek akan...

Mayoritas Nusantara Bakal Diguyur Hujan Ringan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Mayoritas Nusantara Bakal D...
Olahraga
Sprint Race MotoGP Hungaria...

Indonesia – Malaysia Bentrok, Duel Bakal Sengit

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia – Malaysia Bent...

Pole Position Balapan F1 Monako Milik Kimi Antonelli

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pole Position Balapan F1 Mo...

Ponpes Al Falah Kediri Siap Jadi Tuan Rumah Munas PBNU

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Ponpes Al Falah Kediri Siap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.