OIKN Gerak Cepat! Embung dan Kolam Retensi Dibangun untuk Amankan Air Ibu Kota Baru
📅 Jumat, 28 Nov 2025, 21:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Nyaman Bagus Purwaniawan
NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) membangun 24 unit badan air berupa embung dan kolam retensi dengan total kapasitas 2 juta meter kubik sebagai langkah strategis memastikan pasokan air berkelanjutan bagi IKN dan kawasan penyangga.
Infrastruktur air ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber cadangan air baku, tetapi juga berperan penting dalam pengendalian banjir, pengaturan limpasan air hujan, serta menjaga kestabilan ekosistem lingkungan.
Pembangunan badan air skala besar ini menunjukkan pendekatan perencanaan kota yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim, sekaligus menjadi fondasi penting bagi ketahanan air jangka panjang di ibu kota baru.
"Pembangunan 24 unit badan air berkapasitas 2 juta meter kubik ini untuk menambah 2 juta meter kubik yang sudah kita punya dari 30 embung yang sudah ada," kata Kepala OIKN Basuki Hadimuljono di Nusantara, Kalimantan Timur, Jumat (28/11).
Ia menyebut bahwa pembangunan embung dan kolam retensi ini memiliki fungsi strategis dalam menopang konsep Zero Delta Q atau Sponge City yang diusung Nusantara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Infrastruktur ini dirancang untuk menahan, menyerap dan mengendalikan aliran air permukaan, harapannya adalah untuk mengurangi risiko limpasan air yang berlebihan, sekaligus untuk menjaga keseimbangan hidrologis kawasan.
Melalui mekanisme tersebut, lanjutnya, maka pembangunan badan air ini turut mendukung sistem konservasi air yang berkelanjutan plus meningkatkan ketahanan lingkungan terhadap perubahan iklim.
"Selain sebagai fungsi konservasi, keberadaan semua badan air ini juga memberikan nilai tambah terhadap estetika dan kualitas ruang di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Embung dan kolam retensi berperan memperindah lanskap kota, menciptakan ruang terbuka hijau yang memperkaya karakter Nusantara sebagai ibu kota yang hijau, teduh dan berorientasi pada harmoni antara pembangunan modern dan keberlanjutan alam.
Ruang-ruang ini nantinya juga diyakini bisa menjadi lokasi interaksi sosial, rekreasi publik dan sebagai ruang komunal yang mendukung kualitas hidup masyarakat.
"Manfaat lainnya adalah sebagai penyedia cadangan air baku sekunder yang dapat digunakan untuk penyiraman taman, kebutuhan insidental seperti pemadaman kebakaran, hingga menurunkan suhu udara di sekitar kawasan," katanya.
Termasuk menjadi fungsi pengendalian banjir skala mikro maupun makro, sehingga keberadaan embung dan kolam retensi menjadi bagian penting dalam membangun infrastruktur dasar Nusantara yang aman, resiliensi, adaptif dan berkelanjutan.
Sedangkan untuk pembangunan 24 badan air ini, pada Kamis (27/11), OIKN telah menandatangani kontrak kerja sama pembangunan di KIPP lokasi 1B dan 1C.
Penandatanganan dilakukan Pejabat Pembuat Komitmen XXII-2025 OIKN Iryans Muhyono dan Pejabat Pembuat Komitmen XXIII-2025 OIKN Sigit Marwanto, dengan para perwakilan penyedia jasa, yaitu PT Bumi Karsa, PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Nindya Karya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!