Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mungkin Merasa Tak Enak Diomongin Terus, Whoosh Akhirnya Ngambek Jadi Mogok

📅 Kamis, 06 Nov 2025, 14:58 WIB | Oleh:
Mungkin Merasa Tak Enak Diomongin Terus, Whoosh Akhirnya Ngambek Jadi Mogok Doc: ist
Ket. whoosh mogok

JAKARTA – Memang angkutan umum tak harus untung, tapi juga tidak utang sebrek-abrek sampai 120 triliun rupiah. Mungkin “doi” tidak enak ati diomongi terus, sehingga ngambek, jadilah mogok. 

PT Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC) mengatakan perjalanan kereta cepat Whoosh G1049 relasi Stasiun Halim-Tegalluar Summarecon sempat terganggu di jalur KM 115+700 pada hari Rabu petang, 5 November.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan Whoosh terhenti di titik antara Stasiun Padalarang dan Tegalluar Summarecon karena layang-layang yang tersangkut di jaringan listrik aliran atas.

Seperti biasa dia lalu minta maaf kepada penumpang. Menurutnya, kereta memang harus dihentikan demi prosedur keselamatan. Kereta terganggu pukul 18.46 dan diatasi 18.52, Whoosh kembali meluncur.

Soal Utang

Sementara itu, terkait utang, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan permasalahan terkait utang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau “Whoosh” akan dibahas secara teknis antarkementerian dan dengan Danantara Indonesia.

“Kita sedang bahas, nanti tentu dibicarakan secara teknis antar kementerian dan juga dengan solusi dengan Danantara,” ujar Menko Airlangga dalam wawancara cegat di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Rabu. Ia meyakini bahwa Danantara Indonesia memiliki banyak solusi untuk menyelesaikan permasalahan terkait utang proyek “Whoosh” tersebut. “Kalau korporasi kan banyak cara,” ujar Menko Airlangga.

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran menterinya untuk mencari skema terbaik menyelesaikan masalah utang “Whoosh”, termasuk detail terkait angka, dan skenario-skenario penyelesaian utang terbaik yang dapat ditempuh oleh pemerintah.

"Pak Airlangga, Menteri Keuangan, kemudian CEO Danantara diminta untuk menghitung lagi detail-detailnya, kemudian opsi-opsi untuk meminta, misalnya, perpanjangan masa pinjaman. Itu bagian dari skenario-skenario, skema yang terbaik," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

Di sisi lain, Danantara Indonesia menyatakan sudah menyiapkan dua skema untuk menyelesaikan utang dari proyek KCIC, yaitu dengan mengambilalih infrastrukturnya dan menyuntikkan dana tambahan.

"Apakah kemudian kita tambahkan equity yang pertama atau kemudian memang ini kita serahkan infrastrukturnya sebagaimana industri kereta api yang lain, infrastrukturnya itu milik pemerintah. Nah ini dua opsi ini yang kita coba tawarkan," ujar COO Danantara Indonesia Dony Oskaria.

Pada dasarnya, Dony menyebut proyek tersebut memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi masyarakat, dengan memangkas waktu tempuh. Saat ini pula jumlah penumpang KCIC terus mengalami peningkatan yakni mencapai 30 ribu penumpang per hari.

"Tapi dari satu sisi kita juga memperhatikan keberlanjutan daripada KAI itu sendiri. Karena KCIC ini sekarang bagian daripada KAI, inilah yang kita cari solusi terbaik," ujar Dony.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.