Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mentan Apresiasi Kegiatan Akselerasi Gerakan Tanam Padi Serentak di 25 Provinsi

📅 Minggu, 03 Mei 2026, 18:40 WIB | Oleh:
Mentan Apresiasi Kegiatan Akselerasi Gerakan Tanam Padi Serentak di 25 Provinsi Doc: Humas Kementan

JAKARTA - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengapresiasi kegiatan akselerasi gerakan tanam padi serentak seluas 50 ribu hektare di 25 provinsi. Menurut dia, ini merupakan langkah cepat untuk menjaga produksi pangan nasional sekaligus merespons ancaman musim kemarau.

Gerakan tanam serentak tersebut di antaranya mencakup lahan optimalisasi (oplah) dan cetak sawah rakyat (CSR). Titik utama kegiatan berada di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang merupakan lahan terdampak bencana beberapa waktu lalu.

Mentan yang hadir secara daring menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Mulai dari pemerintah daerah, petani, penyuluh hingga aparat di daerah.

“Ini adalah komitmen bersama untuk memperkuat swasembada pangan," ujar dia, Sabtu (2/5). "Kami akan terus mendorong tanam serempak di seluruh Indonesia."

Mentan menegaskan pengembangan areal tanam baru melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan akan terus diperluas. Ini merupakan bagian dari strategi peningkatan produksi nasional.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Suwandi, menambahkan percepatan tanam menjadi salah satu strategi mengantisipasi potensi kekeringan pada musim kemarau 2026. Menurut dia, pihaknya telah meminta para gubernur dan bupati/wali kota untuk memperkuat langkah antisipasi.

Ini mengingat puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026. “Langkah mitigasi harus disiapkan seperti pemantauan data iklim, pemetaan wilayah rawan kekeringan, percepatan tanam, pompanisasi, penguatan infrastruktur air,” kata dia.

Sejumlah strategi utama yang didorong antara lain percepatan tanam padi serentak di penghujung musim hujan untuk memaksimalkan ketersediaan air. Kemudian pompanisasi masif guna mendukung suplai air ke lahan pertanian.

Serta optimalisasi lahan rawa agar produktivitas tetap terjaga saat lahan tadah hujan mengalami kekeringan. Penggunaan benih tahan kekeringan juga didorong untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres panas dan keterbatasan air.

Pembangunan infrastruktur air seperti embung, long storage, dan sumur bor turut diperkuat guna menjaga cadangan air di lapangan. Mentan optimistis gerakan tanam serentak ini akan mempercepat peningkatan produksi serta menjaga ketersediaan pangan nasional. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.