Menperin Minta IKM Berperan dalam Hilirisasi Buah Tropis
📅 Senin, 11 Mei 2026, 17:20 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, mendorong Industri Kecil dan Menengah (IKM) berperan dalam hilirisasi industri buah tropis. Upaya tersebut dilakukan melalui pengolahan buah menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah.
Pemerintah meminta pelaku industri di berbagai sentra penghasil buah untuk segera mengolah hasil panen menjadi produk pangan. Pengolahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah produk buah tropis.
“Indonesia memiliki banyak sekali jenis buah khas negara tropis yang punya nilai jual tinggi di pasar dalam dan luar negeri. Ini saatnya lebih banyak pelaku industri, untuk mengambil peran dalam mengolah buah unggulan,” ujar Agus di Jakarta, Senin (11/5).
Indonesia tercatat sebagai salah satu negara penghasil buah tropis terbesar di dunia. Berbagai komoditas unggulan seperti pisang, mangga, nanas, jeruk, durian, dan manggis memiliki potensi besar.
Menperin menegaskan Indonesia tidak hanya perlu mengekspor buah segar, tetapi juga mengembangkan produk olahan untuk meningkatkan nilai tambah. Pengembangan industri pengolahan buah diharapkan memberi manfaat lebih luas bagi petani dan pelaku industri pengolahan pangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Sudah saatnya kita tidak hanya mengekspor buah segar, tetapi juga menikmati nilai tambah dari produk olahan buah tropis khas Indonesia. Pengembangan industri pengolahan buah akan memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi petani maupun pelaku industri pengolahan pangan,” kata Agus.
Produksi pisang nasional pada 2024 mencapai 9,26 juta ton. Nilai ekspor pisang segar meningkat 10,1 persen menjadi USD10,52 juta dollar dibandingkan tahun sebelumnya USD9,5 juta.
Negara tujuan utama ekspor pisang Indonesia meliputi Malaysia, Jepang, dan Singapura. Sementara itu, nilai ekspor buah nanas segar dan olahan mencapai USD316,1 juta dollar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Dirjen IKMA), Reni Yanita, menyebut industri olahan buah memiliki prospek menjanjikan. Hal ini didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pangan sehat serta berkembangnya tren produk berbasis bahan alami dan isu ketahanan pangan.
“Industri olahan buah ini punya prospek yang bagus di tengah isu ketahanan pangan. Dan semakin besarnya kesadaran masyarakat terhadap olahan pangan sehat,” ujar Reni.
Ditjen IKMA terus melakukan pendampingan bagi IKM olahan buah dalam peningkatan teknologi dan kapasitas produksi. Pembinaan juga mencakup penguatan kualitas kemasan, penerapan keamanan pangan berstandar internasional, serta perluasan akses pasar melalui pameran dan temu bisnis.
“Maka itu, Ditjen IKMA terus melakukan pendampingan bagi IKM yang memanfaatkan bahan baku buah tropis ini. Dalam hal peningkatan teknologi dan kapasitas produksi, peningkatan kualitas kemasan produk, peningkatan keamanan pangan berstandar internasional,” kata Reni.
Tantangan hilirisasi industri buah tropis mencakup pasokan bahan baku, teknologi pengolahan, serta branding dan pemasaran produk. IKM didorong berinovasi dengan teknologi modern dan memenuhi standar HACCP agar mampu bersaing di pasar domestik dan global.
“Peluang pasar terbuka lebar, oleh sebab itu Kemenperin terus mendampingi IKM olahan buah. Agar bisa memenuhi standar jumlah dan kualitas pasokan, memiliki sertifikasi HACCP,” ucap Reni.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!