Menlu Retno: 'Menghentikan Ancaman TBC adalah Investasi Pembangunan'
📅 Jumat, 22 Sep 2023, 18:01 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Dok Kementerian Luar Negeri Indonesia
NEW YORK - Menlu RI Retno Marsudi pada Kamis (21/9) membuka kegiatan side event mengenai Investing Right, Investing Now to End TB yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI bersama dengan Polandia, dan Stop TB Partnership, di sela-sela sidang SMU ke-78 PBB di New York, Amerika Serikat.
Dalam sambutannya, Menlu Retno menyampaikan bahwa tuberkulosis masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat global. Sekitar 1,6 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat TBC, menjadi penyakit paling menular kedua setelah Covid-19.
"Sangat disayangkan TBC lebih sering ditemukan di negara-negara berkembang. Ini mencerminkan ketidaksetaraan global." ujar Menlu Retno.
Untuk itu, Menlu Retno mengajak negara-negara berkolaborasi dalam 2 (dua) hal,yaitu:
Pertama, memutuskan lingkaran setan antara TBC dan kemiskinan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemiskinan sendiri adalah lahan subur untuk TBC. Sementara TBC juga sangat berdampak bagi masyarakat, yang dapat membuat masyarakat jatuh ke dalam jurang kemiskinan.
"Menghentikan ancaman TBC adalah investasi pembangunan" ucap Menlu Retno. "Keluarga yang sembuh dari TBC, dapat bangkit kembali, melakukan aktivitas ekonomi yang produktif, dan memperoleh kembali sedikitnya 50 persen dari kerugian yang mereka alami sebelumnya," imbuh dia seperti dikutip dari laman kemlu.go.id, Jumat (22/9).
Menlu Retno pun menegaskan bahwa masyarakat yang rentan perlu dikeluarkan dari lingkaran setan ini, antara lain dengan memperkuat ketahanan masyarakat, memperbaiki akses pelayanan kesehatan, dan meningkatkan kesadaran tentang TBC.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun kolaborasi kedua adalah investasi kolektif untuk pengembangan vaksin baru.
"Adanya terobosan dalam pengembangan vaksin TBC harus menjadi tujuan bersama," tegas Menlu Retno.
Penelitian dari Universitas Harvard menyebutkan bahwa vaksin TBC yang efektif di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah dapat memberi manfaat kesehatan sekaligus keuntungan ekonomi bernilai miliaran dollar.
Menlu Retno selanjutnya mengingatkan pelajaran berharga dari pandemi Covid-19 bahwa kesamaan pandangan mengenai kedaruratan Covid-19 membawa dampak positif.
Menlu Retno lalu mengajak semua pihak untuk bekerja sama.
"Dunia menantikan adanya hari, di mana TBC hanyalah kenangan dan bagian dari masa lalu. Untuk itu, kita harus bekerja bersama-sama dan kita harus bergerak sekarang," tutup Menlu Retno. I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!