Eliminasi Stigma Sosial Menjadi Kunci Keberhasilan Penanggulangan TBC
📅 Selasa, 20 Jan 2026, 23:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Makassar - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan mengatakan upaya mengeliminasi stigma sosial menjadi kunci keberhasilan penanggulangan penularan Tuberkulosis (TBC) di daerah tersebut.
"Stigma sosial ini menjadi tantangan besar dalam penanggulangan TBC di Sulsel, bahkan secara nasional," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) Dinkes Sulsel Moh Yusri Yunus di Makassar, Selasa.
Dia mengatakan penanggulangan TBC bukan hanya pada aspek medis, tetapi juga perlu mengeliminasi atau menekan stigma sosial yang masih melekat di masyarakat.
Stigma itu, kata dia, mengakibatkan pasien TBC merasa takut dikucilkan sehingga enggan memeriksakan diri atau mengakui kondisi fisik yang terserang penyakit itu.
Menurut dia, stigma tersebut dapat dilihat dari segi bahasa dengan menggunakan pernyataan ataupun sikap tubuh ketika melihat orang sedang flu atau batuk.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Mereka cenderung memintanya menyingkir atau menjauh dengan perkataan yang tidak nyaman didengar bahkan dapat melukai perasaan pasien," katanya.
Padahal, katanya, cara menyikapi dengan memberikan pernyataan yang lebih halus, yakni meminta penderita untuk menggunakan masker saat di tengah orang banyak atau di tempat umum.
Guna menghapus stigma negatif tersebut, Dinkes Sulsel memberikan langkah preventif melalui kampanye promosi kesehatan dengan menggerakkan tim terpadu di tingkat kabupaten/kota hingga puskesmas untuk melakukan sosialisasi secara langsung maupun mengoptimalkan pemanfaatan media sosial.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, menjalin kemitraan dengan para pihak, termasuk media arus utama untuk membantu mengampanyekan sisi inovasi penanggulangan TBC, bukan hanya mengangkat kekurangan layanan di lapangan.
Selain itu, menggandeng pihak Kemenag di kabupaten/kota untuk membantu mengampanyekan pola hidup sehat melalui kegiatan keagamaan, khususnya saat Bulan Suci Ramadhan yang sarat dengan tausiah atau ceramah keagamaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!