Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menko PMK Ungkap Penyakit TBC Lebih Mematikan dari Covid-19

📅 Minggu, 09 Nov 2025, 17:55 WIB | Oleh:
Menko PMK Ungkap Penyakit TBC Lebih Mematikan dari Covid-19 Doc: Humas Kemenko PMK
Ket. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno (tengah)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia menyoroti tingginya angka kematian penyakit Tuberkulosis (TBC) lebih tinggi jika dibandingkan angka kematian Covid-19. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.

Karena itu, Pratikno menegaskan, penanganan TBC harus menjadi gerakan bersama di seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah. Pratikno meminta kepala daerah untuk memperkuat koordinasi dan mengaktifkan Tim Percepatan Penuntasan Tuberkulosis (TP2TB) di wilayah masing-masing.

“Angka kematiannya lebih tinggi daripada Covid ya, total kematiannya, ini kan sesuatu yang harus kita tangani bersama-sama. Saya mengharapkan juga dukungan dari seluruh kepala daerah, aktifkan TP2TB,” kata Pratikno saat memberikan sambutan di acara Kampanye dan Sosialisasi Masif TOS TBC “Temukan Obati Sampai Sembuh” di Kawasan Jakarta Pusat, Minggu (9/11).

Selain itu, pemerintah juga telah mendorong penguatan program hingga tingkat desa melalui pembentukan Desa Siaga TB sebagai bagian dari strategi nasional. Ia menutup sambutannya dengan mengajak masyarakat untuk terus aktif mendukung gerakan temukan dan obati TBC hingga tuntas.

“Pemerintah sudah menggerakkan desa siaga TB, sampai di level desa. Dengan dukungan dari semua pihak, kita berharap, kita yakin, TB bisa diturunkan secara cepat,” kata Pratikno.

Sementara, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkenalkan inovasi digital baru bernama JakScan sebagai upaya mempercepat penanganan TBC di masyarakat. JakScan merupakan sebuah sistem digital yang mempermudah masyarakat melakukan skrining mandiri untuk mengetahui risiko TBC.

“Pada kesempatan ini kita juga memperkenalkan inovasi baru, yaitu JakScan. JakScan ini singkatan dari Jakarta Smart Check and Notify, inovasi ini mempermudah masyarakat melakukan screening mandiri untuk mengetahui risiko TBC,“ ujar Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah (Askesra Sekda) DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim.

Menurut Ali, pemanfaatan teknologi ini menjadi langkah maju dalam memperkuat sistem deteksi dini dan rujukan kasus TBC di Ibu Kota. Ia menegaskan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus berinovasi dan memperluas kolaborasi lintas sektor guna mencapai target eliminasi TBC lebih cepat.

“Ini adalah langkah maju dalam pemanfaatan teknologi. Ini juga dilakukan untuk mempercepat deteksi dini, memperbaiki rujukan kasus, dan memastikan setiap warga mendapatkan pendampingan yang tepat,” ucap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.