Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengenal Jmail: Cara Unik Telusuri Jutaan Dokumen Jeffrey Epstein Mirip Tampilan Gmail

📅 Kamis, 05 Feb 2026, 19:45 WIB | Oleh:
Mengenal Jmail: Cara Unik Telusuri Jutaan Dokumen Jeffrey Epstein Mirip Tampilan Gmail Doc: NDTV
Ket. Dokumen yang dijuluki "File Epstein" tersebut mencakup sekitar tiga juta halaman arsip. Selain itu terdapat sekitar 180.000 gambar, lebih dari 2.000 video, serta berbagai rekaman dan data pendukung lainnya.

JAKARTA - Departemen Kehakiman Amerika Serikat kembali merilis jutaan dokumen dari arsip Jeffrey Epstein ke ruang publik. Rilis terbaru ini menjadi sorotan karena skala datanya sangat besar dan memuat banyak nama tokoh terkenal dunia.

Dokumen yang dijuluki "File Epstein" tersebut mencakup sekitar tiga juta halaman arsip. Selain itu terdapat sekitar 180.000 gambar, lebih dari 2.000 video, serta berbagai rekaman dan data pendukung lainnya.

Nama-nama besar seperti Bill Clinton, Bill Gates, hingga Elon Musk tercantum dalam dokumen tersebut. Kehadiran nama-nama ini membuat arsip Epstein menjadi perhatian luas publik dan media internasional.

Namun, menelusuri data sebesar itu bukan perkara mudah. Dokumen mentah berupa PDF dan hasil pemindaian kerap menyulitkan publik untuk memahami konteks dan isi komunikasi di dalamnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, muncul sebuah alat berbasis web bernama Jmail. Situs ini dirancang menyerupai tampilan Gmail milik Google, lengkap dengan tata letak kotak masuk dan kategori email.

Perbedaannya terletak pada detail satir yang mencolok. Logo Jmail menampilkan huruf "M" dengan topi kecil menggantung, sementara foto profil di pojok kanan atas adalah gambar Jeffrey Epstein yang sedang tersenyum.

Di dalam Jmail, pengguna bisa menjelajahi ribuan email Epstein seperti membuka akun email pribadi. Email-email tersebut ditata dalam kategori seperti Inbox, Starred, dan Sent, layaknya layanan surel pada umumnya.

Panel samping juga menampilkan daftar orang-orang yang pernah berkorespondensi dengan Epstein. Fitur ini memudahkan pengguna menelusuri relasi dan pola komunikasi berdasarkan nama pengirim atau penerima.

Selain Jmail, situs ini menyediakan berbagai layanan turunan dengan konsep serupa. JPhotos misalnya, berisi galeri foto yang berasal dari arsip resmi Departemen Kehakiman AS.

Ada pula JDrive yang memungkinkan pengguna mengakses jutaan halaman dokumen. Seluruh arsip tersebut disusun agar lebih mudah dicari dibandingkan format dokumen mentah.

Fitur lain yang tak kalah menarik adalah JFlights. Layanan ini menampilkan data pelacakan penerbangan yang berkaitan dengan perjalanan Epstein.

Menu tambahan menghadirkan tab seperti Jotify yang menyerupai Spotify. Di dalamnya tersimpan rekaman audio berdurasi berjam-jam yang juga dirilis oleh otoritas AS.

Sementara itu, Jamazon meniru tampilan situs belanja daring Amazon. Fitur ini memungkinkan pengguna melihat riwayat pesanan Epstein berdasarkan arsip yang tersedia.

Jmail dikembangkan oleh seniman internet Riley Walz bersama pengembang web Luke Igel. Proyek ini pertama kali diperkenalkan ke publik pada akhir November 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.