Mendikbudristek Sebut Perubahan Masif Terjadi di Pendidikan Vokasi
📅 Kamis, 06 Jul 2023, 12:25 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: istimewa
JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengatakan, perubahan secara masif tengah terjadi pada pendidikan vokasi. Hal tersebut merupakan momentum mengingat pendidikan vokasi menjadi salah satu strategi pembangunan sumber daya manusia unggul.
"Orang-orang yang selama ini memiliki persepsi yang negatif tentang sekolah di SMK atau Politeknik bisa mengerti bahwa perubahan masih sedang terjadi di Indonesia," ujar Nadiem dalam keterangannya kepada awak media, Kamis (11/6).
Dia menambahkan, transformasi pendidikan vokasi juga mampu menarik minat masyarakat. Dulu, melanjutkan studi ke SMK maupun Politeknik mungkin bukan pilihan utama. Namun saat ini, pendidikan vokasi justru menawarkan lulusan-lulusan siap kerja dan relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
"Peningkatan kepercayaan publik terhadap pendidikan vokasi tidak terlepas dari kemitraan yang terjalin antara satuan pendidikan vokasi dengan DUDI," jelasnya.
Nadiem menyebut, masih banyak ribuan kisah inspiratif lainnya yang tersebar di berbagai sekolah dan kampus vokasi di seluruh penjuru Tanah Air. Beberapa di antaranya terangkum dalam Buku "Mendobrak Mitos: 20 Kisah Inspiratif Pendidikan Vokasi".
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kalau kita blusukan, ada ribuan kisah-kisah yang menunjukkan keberanian, daya inovasi, serta keinginan untuk kemajuan Indonesia," katanya.
Konsorsium Industri
Ketua Tim Strategi dan Perencanaan Konsorsium Pengusaha Peduli Sekolah Vokasi Agustina Tutik mengatakan, industri ingin turut terlibat dalam pembangunan SDM melalui pendidikan vokasi. Sudah ada sembilan perusahaan besar yang menjadi anggota konsorsium.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menerangkan, upaya revitalisasi pendidikan vokasi, khususnya di SMK, dilakukan melalui intervensi kurikulum. Konsorsium tidak terbatas membantu di sektor yang berkaitan dengan bidang usaha mereka, tetapi fokus kepada sektor-sektor yang memang dibutuhkan Indonesia.
"Pada 2021 terdapat enam SMK yang dibantu, dan 2022 terdapat tujuh SMK. Tahun ini kami menargetkan ada enam SMK yang dapat dibantu, jurusannya bervariasi," ucapnya.
Meski begitu, kata Agustina, konsorsium tidak memiliki komitmen untuk merekrut lulusan. Konsorsium hanya mendorong agar lulusan mudah mencari pekerjaan di bidang yang memang sedang dibutuhkan di Indonesia.
Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri Kemendikbudristek Uuf Brajawidagda mengungkapkan, pendidikan vokasi dibutuhkan untuk melakukan lompatan-lompatan ekonomi. Bahkan, negara dengan ekonomi yang maju pun adalah negara yang aware pada pendidikan vokasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!