Memperkuat Ketahanan Pangan dan Menekan Angka Stunting dengan Menanam Padi Biofortifikasi
📅 Selasa, 21 Apr 2026, 22:57 WIB | Oleh: Tim PenulisNabire - Pemerintah Kabupaten Nabire mulai menggalakkan penanaman padi biofortifikasi sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan angka prevalensi stunting di Provinsi Papua Tengah.
Wakil Bupati Nabire Burhanudin Pawennari di Nabire, Selasa, mengatakan pengembangan sektor pertanian membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan kelompok tani.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci utama dalam mewujudkan kemandirian pangan di Nabire,” ujarnya.
Ia menjelaskan program tersebut ditandai dengan penanaman perdana padi biofortifikasi di Balai Benih Padi Dinas Pertanian Kabupaten Nabire yang turut melibatkan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire Victor Sawo mengatakan pemilihan varietas padi biofortifikasi dilakukan karena memiliki kandungan nutrisi lebih tinggi, terutama zink yang penting bagi pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengintervensi persoalan gizi buruk secara berkelanjutan melalui komoditas pangan lokal.
“Dengan memproduksi beras bergizi tinggi secara mandiri, ketergantungan pada pasokan luar daerah diharapkan dapat berkurang,” katanya.
Pemkab Nabire juga menyerahkan bantuan berupa bibit padi unggul biofortifikasi, pupuk subsidi, serta alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani guna meningkatkan produktivitas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Komandan Lanal Nabire Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi berharap program tersebut mampu mendorong kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Harapannya, hasil pertanian meningkat sehingga ketahanan pangan semakin kokoh dan masyarakat Nabire lebih sejahtera dengan kualitas gizi yang terjamin,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan peninjauan lahan balai benih yang akan menjadi pusat pengembangan padi biofortifikasi bagi distrik-distrik di Kabupaten Nabire.
Kegiatan itu dihadiri Komandan Lanal Nabire Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi, Dir Binmas Polda Papua Tengah Kombes Pol Deni Herdiana, serta perwakilan Korem 173/PVB dan Kodim 1705/Nabire.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!