Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Memasak Ikan Kuah Khas Asal Papua Cukup Sulit, Chef Jepang Ungkap Tantangan Memasak Menu Indonesia

📅 Sabtu, 01 Apr 2023, 22:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Memasak Ikan Kuah Khas Asal Papua Cukup Sulit, Chef Jepang Ungkap Tantangan Memasak Menu Indonesia Doc: ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu
Ket. Executive Chef Hotel Imperial Tokyo Yu Sugimoto berbincang-bincang dengan para tamu yang menikmati menu Indonesia dalam Indonesia Fair 2023 di Tokyo, Sabtu (1/4/2023).

Tokyo - Memasak ikan kuah khas asal Papua. Executive Chef Hotel Imperial Tokyo Yu Sugimoto mengungkapkan tantangan memasak menu Indonesia yang dihadirkan dalam Indonesia Fair 2023 pada 1-30 April 2023.

Sugimoto saat ditemui di ajang Indonesia Fair 2023 di Tokyo, Sabtu, mengatakan salah satu menu yang cukup sulit untuk dibuat dan disesuaikan cita rasanya dengan selera masyarakat Jepang adalah ikan kuah khas asal Papua.

"Kami mencoba untuk membuatnya berdasarkan resep yang dikirimkan dari chef di Indonesia, tetapi setelah dia datang dan bergabung di dapur kemarin, rasanya sangat jauh berbeda," katanya.

Dia menambahkan salah satu kesulitannya adalah menyesuaikan keseimbangan antara bumbu dan rempah Indonesia yang cenderung pedas dengan selera masyarakat Jepang pada umumnya, tetapi tidak mengurangi keaslian resep itu sendiri.

"Lidah orang Jepang itu berbeda. Jadi, untuk membuat seperti layaknya kuah ala Indonesia itu sangat menantang. Jadi kami mengoreksi bumbunya sedikit," katanya.

Sugimoto menuturkan misalnya saja untuk membuat nasi goreng diperlukan berbagai macam bumbu dan rempah, sementara untuk membuat menu yang mirip yang sudah populer di Jepang, yakni nasi goreng orientalchahan, menggunakan bumbu jadi.

"Untuk membuat masakan Indonesia, kita harus gunakan banyak rempah dihaluskan jadi satu untuk membuat bumbu dasar. Membuatnya benar-benar dari nol, cara yang otentik," katanya.

Sementara itu, chef dari Indonesia Chef Aziz Amri mengungkapkan sempat ada perdebatan terkait teknik memasak, tetapi semua itu bisa diatasi dengan saling percaya akan kapabilitas masing-masing.

"Ada beberapa juga teknik orang Jepang dalam memasak itu sangat simpel, tapi dengan kualitas yang bagus. Sementara, Indonesia itu kebanyakan masaknya yang lama. Jadi, ada bagianclash'jangan terlalu lama nanti rasanya jadi rusak' sedangkan kalau makanan kita harusnya lama jadi bumbunya meresap," katanya.

Dia menambahkan pihaknya juga harus menurunkan tingkat kepedasan yang aslinya membutuhkan 15 butir cabai, diturunkan menjadi dua butir saja.

"Kepedasan bagi orang Indonesia itu bukan salah satuflavour(rasa) melainkan sensasi. Jadi, tingkat kepedasannya harus diturunkan," katanya.

Aziz mengaku sempat kesulitan untuk menemukan kemiri di Tokyo sebagai bahan dasar dari menu-menu tersebut tetapi dapat diganti dengan kacang mete.

Menu-menu yang ditampilkan dalam Indonesia Fair 2023, yakni nasi goreng, ikan kuah kuning, tongseng ayam dan wingko babat.

Dia berharap dengan adanya ajang tersebut, bukan hanya menu tetapi juga rempah asli Indonesia bisa tersebar ke seluruh belahan dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

38 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.