Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Melihat dari Dekat Sibuknya Produsen Kue Keranjang di Kota Yogya Jelang Perayaan Imlek 2023 pada Minggu 22 Januari Nanti

📅 Senin, 16 Jan 2023, 16:02 WIB | Oleh:
Melihat dari Dekat Sibuknya Produsen Kue Keranjang di Kota Yogya Jelang Perayaan Imlek 2023 pada Minggu 22 Januari Nanti Doc: Istimewa

YOGYAKARTA - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, produsen kue keranjang disibukkan dengan permintaan yang meningkat. Seperti salah satu produsen kue keranjang di Kota Yogyakarta yang digeluti Sulistyowati (77) di Jalan Tukangan, Tegalpanggung Danurejan. Pesanan kue keranjang datang silih berganti terutama dua minggu sebelum Tahun Baru Imlek.

"Menjelang satu minggu ini meningkat. Permintaan bisa (meningkat) 50 persen," kata Sulistyowati, dikutip dari rilis resmi Humas Pemkot Yogya, hari ini.

Dia menyebut dalam sehari rata-rata memproduksi sekitar 200 kue keranjang. Setiap produksi kue keranjang dia membutuhkan sekitar 75 kg tepung ketan dan 75 kg gula pasir. Untuk menjaga kualitas rasa kue keranjang, Sulistyowati menggunakan bahan ketan yang berkualitas. "Saya dari beras (ketan) digilingkan. Beras (ketan) beli yang bagus (kualitasnya)," imbuhnya.

Sulistyowati meneruskan pembuatan kue keranjang yang dirintis ayahnya Siauw Boen Tjaw seorang pendatang dari Tiongkok sekitar 65 tahun lalu. Sebagai generasi kedua, kini dia dan adiknya Sianywati (74) hanya memproduksi kue keranjang bermerk Lampion itu ketika menjelang Imlek. Biasanya sekitar 2 minggu sebelum Tahun Baru imlek.

"Hanya menjelang Imlek. Sehari 200. Pesanan sebagian dari luar Yogyakarta seperti Magelang, dan dari Yogya. Ada yang luar pulau seperti Lampung," ujar Sulistyowati.

Untuk membuat kue keranjang setidaknya membutuhkan waktu selama 3 hari dari proses awal sampai siap makan. Sulistyowati menjelaskan pembuatan kue keranjang yakni tepung ketan dicampur dengan air gula yang telah dimasak sekitar 6 jam. Air dan gula itu harus dimasak dulu sampai menjadi seperti gulali. Adonan ketan dan air gula diuleni sampai tercampur. Kemudian adonan dituangkan dalam cetakan dengan berbagai ukuran. Lalu dikukus dan setelah matang didiamkan selama dua hari untuk mengurangi kadar air.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.