Mahasiswa Dinilai Semakin Berminat Berwirausaha
📅 Kamis, 22 Jun 2023, 19:33 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Muhamad Ma'rup
JAKARTA - Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nizam, menyatakan mahasiswa saat ini semakin berminat berwirausaha. Hal tersebut merupakan sebuah dinamika di mana sebelumnya mahasiswa cenderung lebih ingin bekerja atau menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Kalau dulu, ditanya siapa mau jadi wirausahawan mungkin enggak ada yang ngacung. Tapi sekarang separuhnya sudah angkat jari semua," ujar Nizam, dalam acara Innovation Ecosystem in Indonesia, di Jakarta, kemarin.
Dia menyebut, separuh mahasiswa saat ini sangat bersemangat mendirikan perusahaan rintisan atau perusahaan start-up. Pihaknya siap mendukung dengan menyediakan ekosistem untuk mendukung mahasiswa menjadi entrepreneur.
"Ekosistemnya harus mendukung untuk itu untuk melahirkan entrepreneur yang benar, bukan oportunistik, tapi yang mampu melahirkan peluang setiap opportunity menjadi kesempatan membangun ekonomi-ekonomi baru," jelasnya.
Ekosistem Pendukung
Sebaiknya Anda baca juga:
Nizam mengungkapkan, pihaknya bersama Paragon Corp dan Universitas Gadjah Mada (UGM) tengah merancang kerjasama untuk membangun ekosistem inovasi dengan Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kerja sama tersebut dilakukan dengan pendekatan multi stakeholder approach atau lintas pemangku kepentingan.
Dia menekankan, untuk menghadirkan inovasi tak bisa lagi dilakukan oleh satu pihak. Seluruh pemangku kepentingan, kata dia, mesti berkolaborasi. "Akan ada banyak peran yang dapat dilakukan universitas, pemerintah dan swasta bersama-sama. Biasanya kita bekerja sendiri-sendiri, tapi sekarang kita mencoba membangun ekosistem inovasi bersama-sama," tandasnya.
Manajer Program MIT REAP, Marina Kusumawardhani, menerangkan, rencananya Program MIT REAP akan berjalan dalam dua tahun. Dalam dua tahun pemangku kepentingan akan berkolaborasi membangun ekosistem inovasi di Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Untuk mencapai Indonesia Maju, kita membutuhkan inovasi teknologi yang hanya dapat dicapai dengan pendekatan ekosistem. Dan untuk ini, kami berniat untuk belajar dari sumber yang terbaik yaitu MIT," imbuh katanya.
Dosen MIT Sloan, Shari Loessberg, menuturkan, untuk membangun sebuah ekosistem inovasi di sebuah negara butuh kerjasama antara pemangku kepentingan. Di sisi lain, pihak swasta harus terlibat dalam menjadi perintis pembangunan ekosistem inovasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!