Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mahasiswa Dinilai Semakin Berminat Berwirausaha

📅 Kamis, 22 Jun 2023, 19:33 WIB | Oleh:
Mahasiswa Dinilai Semakin Berminat Berwirausaha Doc: Muhamad Ma'rup
Ket. (kanan ke kiri) Manajer Program MIT REAP, Marina Kusumawardhani, Dosen MIT Sloan, Shari Loessberg, Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nizam, dalam acara Innovation Ecosystem in Indonesia, di Jakarta, Selasa (20/3).

JAKARTA - Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nizam, menyatakan mahasiswa saat ini semakin berminat berwirausaha. Hal tersebut merupakan sebuah dinamika di mana sebelumnya mahasiswa cenderung lebih ingin bekerja atau menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Kalau dulu, ditanya siapa mau jadi wirausahawan mungkin enggak ada yang ngacung. Tapi sekarang separuhnya sudah angkat jari semua," ujar Nizam, dalam acara Innovation Ecosystem in Indonesia, di Jakarta, kemarin.

Dia menyebut, separuh mahasiswa saat ini sangat bersemangat mendirikan perusahaan rintisan atau perusahaan start-up. Pihaknya siap mendukung dengan menyediakan ekosistem untuk mendukung mahasiswa menjadi entrepreneur.

"Ekosistemnya harus mendukung untuk itu untuk melahirkan entrepreneur yang benar, bukan oportunistik, tapi yang mampu melahirkan peluang setiap opportunity menjadi kesempatan membangun ekonomi-ekonomi baru," jelasnya.

Ekosistem Pendukung

Nizam mengungkapkan, pihaknya bersama Paragon Corp dan Universitas Gadjah Mada (UGM) tengah merancang kerjasama untuk membangun ekosistem inovasi dengan Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kerja sama tersebut dilakukan dengan pendekatan multi stakeholder approach atau lintas pemangku kepentingan.

Dia menekankan, untuk menghadirkan inovasi tak bisa lagi dilakukan oleh satu pihak. Seluruh pemangku kepentingan, kata dia, mesti berkolaborasi. "Akan ada banyak peran yang dapat dilakukan universitas, pemerintah dan swasta bersama-sama. Biasanya kita bekerja sendiri-sendiri, tapi sekarang kita mencoba membangun ekosistem inovasi bersama-sama," tandasnya.

Manajer Program MIT REAP, Marina Kusumawardhani, menerangkan, rencananya Program MIT REAP akan berjalan dalam dua tahun. Dalam dua tahun pemangku kepentingan akan berkolaborasi membangun ekosistem inovasi di Indonesia.

"Untuk mencapai Indonesia Maju, kita membutuhkan inovasi teknologi yang hanya dapat dicapai dengan pendekatan ekosistem. Dan untuk ini, kami berniat untuk belajar dari sumber yang terbaik yaitu MIT," imbuh katanya.

Dosen MIT Sloan, Shari Loessberg, menuturkan, untuk membangun sebuah ekosistem inovasi di sebuah negara butuh kerjasama antara pemangku kepentingan. Di sisi lain, pihak swasta harus terlibat dalam menjadi perintis pembangunan ekosistem inovasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.