Kurangi Sampah ke TPA, KLH Apresiasi Aktivasi Bank Sampah dan TPS 3R di Makassar
📅 Minggu, 25 Jan 2026, 13:21 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Pemkot Makassar
MAKASSAR – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memberikan apresisasi kepada Pemerintah Kota Makassar terkait upaya peningkatan kebersihan dan penataan pengelolaan sampah secara berkelanjutan, khususnya dari rumah, sebelum ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.
Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku Kementerian Lingkungan Hidup (Pusdal LH SUMA-KLH), Dr. Azri Rasul bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membahas berbagai langkah strategis meningkatkan kebersihan kota serta pengelolaan sampah di TPA Antang agar dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami membahas banyak hal soal kebersihan di Makassar. Tujuannya untuk mengurangi beban sampah dimulai dari rumah sebelum ke TPA,” kata Azri Rasul di kediaman Wali Kota Makassar, Kamis (22/1), dikutip dari laman Pemkot Makassar.
Azri Rasul menilai, perkembangan signifikan dalam pembenahan Kota Makassar, khususnya di sektor kebersihan, telah terlihat. Menurutnya, pembenahan tidak hanya difokuskan di hilir atau TPA, tetapi dimulai dari hulu, yakni dari sumber sampah itu sendiri.
Salah satunya melalui pengaktifan kembali Bank Sampah Unit (BSU) di tingkat masyarakat. Selain itu, pengolahan Sementara berbasis reduce, reuse, recycle. (TPS 3R) adalah salah satu cara pengolahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Mulai dari sumbernya, bagaimana menghidupkan Bank Sampah Unit, kemudian mengaktifkan TPS 3R, serta pembenahan pengelolaan sampah di TPA. Saya lihat ini sudah mulai berjalan,” imbuh dia.
Tak hanya itu, Azri juga menekankan keberadaan fasilitas pengolahan sampah di bagian tengah, seperti Material Recovery Facility (MRF), yang mencakup TPS 3R, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), serta Bank Sampah Induk atau Bank Sampah Pusat.
Fokusnya adalah bagaimana sampah bisa terkelola sebanyak mungkin di sumber dan di bagian tengah.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dengan begitu, sampah yang masuk ke TPA nantinya hanya berupa residu, yaitu sampah yang memang sudah tidak bisa diolah lagi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pengelolaan sampah yang optimal dari hulu hingga tengah menjadi kunci untuk mengurangi beban TPA Antang secara signifikan.
"Dari hulu dan bagian tengah ini sangat didorong untuk terus meningkat. Dan itu sudah mulai dilakukan, termasuk dengan masuknya fasilitas seperti MRF dan insinerator,” tambahnya.
Terkait keberadaan insinerator yang sebelumnya sempat mendapat imbauan agar tidak langsung dioperasikan, Azri menjelaskan hal tersebut masih dalam tahap kajian teknis dan administrasi.
Karena ini barang baru, tentu perlu dikaji terlebih dahulu. Dokumen harus dilengkapi, teknisnya diperiksa, apakah sudah memenuhi persyaratan pembakaran sampah sesuai ketentuan.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, untuk terus melakukan pembenahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, khususnya dalam upaya mengurangi lendir serta menjaga kebersihan area TPA secara berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!