Klarifikasi Video TNI Berangkat Penugasan ke Palestina, Kapuspen TNI Nyatakan Itu Hoaks
📅 Kamis, 19 Okt 2023, 00:08 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto
Doc: istimewa
JAKARTA -Ramai di jagat maya beredar video sekelompok prajurit TNI melaksanakan apel keberangkatan didermaga dalam rangka penugasan ke Palestina. Video ini diunggah oleh akun Tiktok @green_force90dengan narasi "Jika harus Gugur, lebih baik Gugur di Tanah Palestina". Kemudian beredar video yang hampir sama dengan narasi "Pasukan Elit TNI Pasang Badan untuk Palestina".
Menurut siaran persnya, menanggapi kedua video tersebut, Kapuspen TNI Laksda TNI Julius Widjojono membantah dengan tegas.
"Video yang di upload oleh akun Tiktok @green_force90dan akun Tiktok @heritnm itu tidak benar,video tersebut adalahvideo pemberangkatan Batalyon 712Satgas Pamtas RI-PNG, dan Pasukan TNI penjaga perdamaian di Libanon,"ujarnya.
Menurut Kapuspen TNI,penugasanprajurit TNI ke berbagai negara yang sedang berkonflik adalah sebagai penjaga perdamaian di bawah payung PBB. Pengiriman pasukan ini sesuai dengan Pembukaan UUD 45 yaitu ikut serta dalam ketertiban dunia, Indonesiajuga netral dan tidak memihak."Kita kannetral, politik luar negeri kita jelas, yaitu bebas aktif," sambungnya.
Lebih lanjutKapuspen TNI menjelaskan terkait dua video tersebut, "Video yang diunggah adalah video keberangkatan Yonif Raider 712/Wiratama diDermaga Bitung Sulawesi Utara, saat akan berangkat tugas pengamanan perbatasan RI-PNG pada bulan November 2022 dengan jumlah 450 prajurit, dan SatgasPerdamaian Unifil dibawah PBB yang bertugas di Libanon beberapa tahun yang lalu," tegas Laksamana berbintang dua ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kapuspen TNI mengimbau kepada pemilik akun Tiktok @green_force90 dan @heritnm untuk segera menghapus video tersebut,
Ia tidak ingin video hoaks ini dapat menggiring opini publik, untuk menjatuhkan dan penilaian negatif kepada TNI. Informasi yang disebarkan akun Tiktok @green_force90dan @heritnm adalah hoaks atau tidak benar, karena video tersebut merupakan video lama yang kembali diunggah dengan narasi yang tidak tepat.
"Saya imbau kepada masyarakat yang mengikuti berita-berita terkait TNI, agar lebih mempercayai akun-akunresmi TNI," pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!