Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ketua MPR RI Ahmad Muzani Apresiasi Penguatan Ekonomi Kreatif di Banyumas

📅 Rabu, 29 Apr 2026, 05:50 WIB | Oleh:
Ketua MPR RI Ahmad Muzani Apresiasi Penguatan Ekonomi Kreatif di Banyumas Doc: antara foto
Ket. Ketua MPR RI Ahmad Muzani

BANYUMAS - Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengapresiasi penguatan ekonomi kreatif yang dikembangkan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah sebagai upaya mendorong kemandirian dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

“Ini baik karena dalam jangka panjang akan menimbulkan kesadaran masyarakat terhadap cara meningkatkan keberhasilan dan potensi yang bisa menjadi kebaikan bersama,” katanya usai meresmikan papan sedekah sayur yang dilanjutkan peninjauan kawasan Ethos Digital Valley di Dusun Gewok, Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Banyumas, kemarin.

Ia menilai pengembangan ekonomi kreatif yang melibatkan masyarakat lokal merupakan langkah strategis karena tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, juga membangun kesadaran kolektif dalam memanfaatkan peluang secara berkelanjutan.

Menurut dia, kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif di tingkat desa.

Sementara itu, Chairman PT Ethos Kreatif Indonesia Mukit Hendrayatno mengatakan kawasan Ethos Digital Valley dibangun di atas lahan sekitar dua hektare yang sebelumnya merupakan kebun dan kini dikembangkan menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif.

Menurut dia, kawasan tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi berbagai elemen, mulai dari pegiat seni, aktivis sosial, hingga generasi muda yang menjadi penggerak industri kreatif.

“Di tengah kawasan ini terdapat gedung manajemen untuk mengelola sekitar 1.400 anak muda, dengan 85 persen di antaranya merupakan generasi Z yang terlibat dalam industri kreatif,” katanya.

Selain itu, kata dia, kawasan tersebut juga dilengkapi ruang interaksi komunitas, pendopo bersejarah dari Keraton Surakarta, serta rencana pembangunan masjid dan pusat inkubasi teknologi untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia.

Ia mengatakan pengembangan kawasan tersebut mengusung konsep ekonomi kerakyatan dengan melibatkan petani, peternak, serta dukungan teknologi digital.

Pihaknya menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan global seperti Meta dan TikTok guna memperluas akses pasar serta meningkatkan daya saing produk kreatif lokal.

Di sisi lain, lanjut dia, program papan sedekah sayur yang diinisiasi Yayasan Rintisan Amal Bunda (lembaga amal yang dikelola Ethos Group) menjadi bagian dari pendekatan sosial dalam ekosistem tersebut, dengan distribusi mencapai sekitar 31 ribu penerima manfaat.

Mukit mengharapkan integrasi antara ekonomi kreatif dan kegiatan sosial tersebut dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan kesejahteraan warga desa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.