Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ketahanan Pangan Diuji El Nino, Pemerintah Didorong Bertindak Cepat

📅 Senin, 06 Apr 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ketahanan Pangan Diuji El Nino, Pemerintah Didorong Bertindak Cepat Doc: antara
Ket. Ancaman El Nino - Pemerintah Petakan Wilayah Rawan Kekeringan

Menghadapi El Nino, pemerintah perlu langkah antisipatif berbasis data melalui penguatan strategi hulu-hilir, penyesuaian pola tanam, dan optimalisasi infrastruktur air agar produksi dan ketahanan pangan tetap terjaga.

JAKARTA – Menghadapi potensi dampak El Nino, pemerintah perlu bergerak lebih antisipatif, bukan sekadar reaktif. Kunci utamanya ada pada penguatan strategi hulu hingga hilir agar gangguan produksi bisa ditekan sejak awal.

Di sisi produksi, penyesuaian pola tanam dan penggunaan varietas tahan kekeringan menjadi langkah mendasar. Ini perlu didukung dengan optimalisasi infrastruktur air—mulai dari irigasi, embung, hingga pemanfaatan pompa air—agar ketersediaan air tetap terjaga di tengah penurunan curah hujan.

Tak kalah penting, integrasi data dan informasi iklim perlu dimaksimalkan agar kebijakan lebih presisi. Dengan pendekatan yang terkoordinasi dan berbasis data, dampak El Nino bisa ditekan, target produksi tetap terjaga, dan ketahanan pangan nasional tidak mudah goyah.

Pakar pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Prof Totok Agung Dwi Haryanto mengingatkan El Nino berpotensi menurunkan produksi pangan karena memicu kemarau lebih panjang dan suhu lebih panas, sehingga dapat menyebabkan kekurangan air dan stres pada tanaman hingga gagal panen. Karena itu, diperlukan prediksi yang lebih akurat terkait waktu awal kekeringan agar langkah antisipasi dapat dilakukan secara tepat.

“Perlu kepastian kapan kekeringan mulai terjadi, sehingga petani bisa menyesuaikan pola tanam dan memilih jenis tanaman yang lebih toleran terhadap kondisi kering,” katanya, seperti dikutip dari Antara, beberapa waktu lalu.

Dia menekankan pentingnya langkah antisipasi, seperti penyesuaian pola tanam, penggunaan varietas tahan kekeringan (misalnya padi gogo), serta percepatan masa tanam agar tanaman tumbuh sebelum puncak kemarau. Selain itu, kesiapan benih dan pengelolaan air—termasuk pemanfaatan sumur dan pompa air—perlu dioptimalkan.

Dukungan kebijakan juga dinilai krusial, terutama terkait kemudahan akses BBM untuk operasional pertanian dan menjaga distribusi air melalui irigasi tetap lancar. Dengan langkah yang tepat dan terkoordinasi, dampak El Nino diharapkan bisa ditekan sehingga produksi pangan dan ketahanan pangan nasional tetap terjaga.

Sebaiknya Anda baca juga:

Seperti diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Indonesia akan kembali mengalami El Nino kuat yang berpotensi memicu musim kemarau lebih panjang dan kering di banyak wilayah. Fenomena ini bukan hal baru, karena sebelumnya terjadi pada 1997–1998 dan 2015–2016, yang menyebabkan kekeringan luas, krisis air bersih, hingga terganggunya produksi pangan.

Menariknya, di beberapa wilayah dunia lain, El Nino justru bisa memicu hujan berkepanjangan dan banjir. Bahkan, sebagian peneliti menyebut potensi El Nino tahun ini sebagai Godzilla untuk menggambarkan besarnya dampak yang mungkin terjadi.

Siapkan Strategi

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mempercepat mitigasi menghadapi El Nino dengan menerapkan lima strategi utama, terutama pada periode krusial April–Juni 2026 guna menjaga stabilitas produksi pangan. Strategi tersebut meliputi pemetaan wilayah rawan kekeringan dan penguatan sistem peringatan dini, optimalisasi pengelolaan air (irigasi, embung, pompanisasi), percepatan tanam di daerah yang masih memiliki air, pemanfaatan maksimal lahan pertanian termasuk lahan rawa dan sawah baru, serta penguatan koordinasi lintas pihak.

Pemerintah juga terus menjaga stok pangan yang saat ini sudah mencapai sekitar 4,4 juta ton dan ditargetkan meningkat. Keberhasilan upaya ini sangat bergantung pada kecepatan pelaksanaan di lapangan, terutama dalam memanfaatkan sisa musim hujan dan mempercepat berbagai program pendukung.

Dengan langkah cepat dan terkoordinasi, pemerintah optimistis dampak El Nino bisa ditekan dan target ketahanan pangan tetap terjaga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.