Kendalikan Penduduk dan Tekan Kematian Ibu, Pemkab Lebak Gencar Sosialisasikan KB Pria
📅 Selasa, 10 Feb 2026, 13:58 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
LEBAK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten gencar melakukan kegiatan sosialisasi Keluarga Berencana (KB) Pria atau vasektomi guna mengendalikan penduduk dan menurunkan kasus kematian ibu.
"Kita hingga hari ini, baru satu kelompok KB Pria Siliwangi dan diharapkan masyarakat dapat membentuk KB Pria di seluruh desa maupun kelurahan," kata Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak Tuti Nurasiah di Lebak, Selasa (10/2).
Selama ini, katanya, keinginan laki-laki untuk menjadi peserta vasektomi atau metode operasi pria (MOP) relatif minim, karena berbagai faktor di antaranya budaya masyarakat dengan kebanyakan KB itu identik dengan perempuan.
Selain itu, kaum laki-laki masih ketakutan untuk dilakukan vasektomi.
Faktor lainnya, kata dia, kurangnya kegiatan sosialisasi kepada kaum laki-laki untuk mengedukasi maupun membentuk KB Pria.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami berharap kegiatan sosialisasi itu bertujuan mengubah paradigma agar perencanaan keluarga tidak hanya dibebankan pada perempuan saja," kata Tuti.
Dia mengatakan pemerintah daerah kini bekerja sama dengan Klinik Anggara Rangkasbitung untuk vasektomi dalam mendukung KB Pria.
Saat ini, katanya, kebanyakan pria menjadi peserta vasektomi atas permintaan isteri, karena kondisi sakit juga membahayakan jiwa jika dilakukan akseptor KB.
Sebaiknya Anda baca juga:
Oleh karena itu, pihaknya kini gencar melakukan KB Pria kepada masyarakat agar dapat mengendalikan penduduk dan kematian ibu.
Vasektomi merupakan kontrasepsi pada pria yang dilakukan dengan cara memutus saluran sperma dan aman dari buah zakar (testis) dan tidak mengganggu fungsi seksual atau keharmonisan.
Selain itu, vasektomi masuk kategori operasi kecil, tanpa pisau untuk memotong saluran sperma.
Dengan demikian, pihaknya berharap, dapat meningkatkan partisipasi pria dalam KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan mengatasi rendahnya peminat.
Jumlah pria di daerah itu yang dilakukan vasektomi/MOP pada 2024 tercatat 60 orang dan pada 2025 menurun hingga tercatat 38 orang.
Rijal (35), warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak mengaku terpaksa menjadi peserta vasektomi karena permintaan isteri yang mengalami sakit akut, sehingga tidak bisa kembali menjadi peserta KB. Pasangan suami-isteri itu telah memiliki tiga anak. "Kami merasa kasihan melihat isteri sakit, sehingga ikhlas divasektomi," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!