Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

40 Warga Sudan Tewas dalam Serangan Drone RSF di Kordofan Utara

📅 Kamis, 06 Nov 2025, 14:50 WIB | Oleh:
40 Warga Sudan Tewas dalam Serangan Drone RSF di Kordofan Utara Doc: Guardian
Ket. Serangan pesawat tak berawak RSF menewaskan 40 orang di Kordofan Utara, Sudan tengah, kata seorang pejabat setempat, Senin (3/11) .

KHARTOUM - Serangan pesawat tak berawak oleh Pasukan Dukungan Cepat (RSF) paramiliter menewaskan setidaknya 40 orang di Kordofan Utara, Sudan tengah, kata seorang pejabat setempat, Senin (3/11) .

Komisaris urusan kemanusiaan di Kordofan Utara, yang namanya tidak disebutkan, mengatakan kepada televisi Al Jazeera yang berbasis di Qatar bahwa korban tewas terjadi dalam serangan yang menargetkan warga sipil di desa Al-Luweib, sebelah timur ibu kota provinsi El-Obeid. 

Pemerintah negara bagian sebelumnya mengatakan bahwa puluhan warga sipil tewas dan terluka, termasuk anak-anak dan perempuan, dalam serangan yang menargetkan tenda pemakaman di desa tersebut.

Pemerintah menggambarkan serangan itu sebagai "kejahatan baru yang menambah kekejaman RSF yang berulang terhadap warga sipil," dengan mengatakan beberapa perempuan, anak-anak, dan lansia termasuk di antara para korban, tanpa memberikan angka pasti.

Pemerintah negara bagian mengimbau masyarakat internasional untuk segera mengklasifikasikan RSF sebagai "organisasi teroris," menuduhnya "melakukan kejahatan bermotif etnis dan rasial terhadap warga sipil tak bersenjata."

Serangan itu terjadi tak lama setelah RSF mengumumkan akan segera melancarkan serangan terhadap El-Obeid, mendesak penduduk untuk meninggalkan kota melalui apa yang disebutnya koridor aman.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) memperkirakan lebih dari 38.000 orang telah mengungsi dari Kordofan Utara dan Selatan akibat memburuknya ketidakamanan di wilayah tersebut sejak akhir Oktober.

RSF baru-baru ini menguasai kota Bara di Kordofan Utara sebagai bagian dari perang yang sedang berlangsung dengan tentara Sudan, meskipun mereka menyangkal telah menargetkan warga sipil.

Pada 26 Oktober, RSF merebut kota El-Fasher, ibu kota negara bagian Darfur Utara, dan melakukan pembantaian terhadap warga sipil, menurut organisasi lokal dan internasional, di tengah peringatan bahwa serangan itu dapat memperkokoh pemisahan geografis Sudan.

Sejak 15 April 2023, tentara Sudan dan RSF telah terjebak dalam perang yang gagal diakhiri oleh mediasi regional dan internasional. Konflik tersebut telah menewaskan ribuan orang dan membuat jutaan lainnya mengungsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

5 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.