Kemenperin Pacu Penguatan SDM Industri Berbasis Teknologi, BPSDMI: ATK Yogyakarta Jadi Pusat Keunggulan Kulit di Asia Tenggara
📅 Senin, 08 Des 2025, 14:42 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
YOGYAKARTA – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Doddy Rahadi, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan vokasi industri sebagai tulang punggung pengembangan SDM kompeten dan berdaya saing global.
Hal ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan akademik di Akademi Teknologi Kulit (ATK) Yogyakarta, satu-satunya perguruan tinggi berbasis teknologi kulit di Asia Tenggara. “Kita harus bangga karena ATK merupakan satu-satunya kampus di Asia Tenggara yang fokus pada teknologi kulit. Kampus ini harus menjadi center of excellence dan menjadi rujukan industri dalam proses penyamakan, pemrosesan, hingga desain produk turunannya,” ujar Doddy di Yogyakarta, Senin (8/12)
Menurutnya, teknologi kulit, karet, dan plastik akan terus berkembang dan memerlukan tenaga pendidik yang mengikuti perkembangan inovasi. “Harapannya, seluruh dosen dan tenaga pendidik memberikan wawasan terbaik kepada mahasiswa, tidak hanya di bidang teknologi, tetapi juga orientasi nilai tambah dan model bisnis,” jelas Doddy.
Pada tahun ini, ATK memiliki sekitar 300 mahasiswa aktif, dengan 163 lulusan. Doddy mendorong agar lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi mampu menciptakan produk bernilai ekonomi tinggi. “Kulit mentah bisa murah di pasaran, tapi ketika diproses menjadi produk berkualitas tinggi, nilainya bisa sampai miliaran rupiah. Ini soal kemampuan menciptakan nilai tambah,” tegasnya.
Vokasi Industri Jadi Tulang Punggung SBIN
Sebaiknya Anda baca juga:
Doddy menyampaikan, penguatan pendidikan vokasi merupakan bagian penting dari Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) yang menjadi program prioritas Kementerian Perindustrian.
Dalam SBIN, terdapat empat pilar utama, salah satunya adalah SDM industri. Ia menilai kebutuhan SDM semakin besar seiring pertumbuhan sektor-sektor strategis nasional, seperti semikonduktor, kecerdasan buatan, industri 4.0, dan industri hijau.
“Kita harus menjawab kebutuhan masa depan. Target pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi tidak mungkin tercapai kalau SDM-nya masih seperti dulu. SDM harus produktif, terampil, kompeten, dan berorientasi global,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada kesempatan itu, Doddy juga menyoroti wisuda serentak 2.993 lulusan dari 13 politeknik milik Kemenperin sebagai bukti kontribusi signifikan pendidikan vokasi bagi kebutuhan tenaga kerja industri.
Magang Nasional
Lebih lanjut, Doddy memaparkan perkembangan Program Magang Nasional yang dicanangkan Presiden RI. Pada batch ke-3, program ini telah mencatat lebih dari 104.000 pendaftar hanya dalam dua hari sosialisasi, melampaui target 100.000 peserta.
“Program ini memberikan pengalaman kerja bagi lulusan tahun pertama, dengan uang saku setara UMP di daerah masing-masing. Ini langkah strategis untuk meningkatkan daya saing lulusan dan memperkuat ekosistem kerja industri,” jelas Doddy.
Ia menegaskan, Kemenperin berperan aktif menyiapkan kebutuhan tenaga kerja melalui jaringan industri binaan, termasuk kolaborasi lintas kementerian.
Kolaborasi Pekerja Migran Terampil, Upah Capai 90 Juta per Bulan
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!