Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenko Pangan Dorong Kolaka Jadi Lumbung Baru, Petani Diminta Genjot Produksi

📅 Minggu, 23 Nov 2025, 21:32 WIB | Oleh:
Kemenko Pangan Dorong Kolaka Jadi Lumbung Baru, Petani Diminta Genjot Produksi Doc: ANTARA/Andika/La Ode Muh Deden Saputra
Ket. Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan Widiastuti (tengah) bersama besama Direktur dan Chief Sustainbility And Corporate Affairs Officers PT Vale Indonesia Tbk Budiawansyah (kanan) dan Bupati Kolaka Amri (kiri) saat melakukan penanaman padi di Kolaka, Sulawesi Tenggara (23/11).

KOLAKA - Kementerian Kordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) Republik Indonesia mendorong petani di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), agar mengoptimalkan potensi desa untuk memperkuat produksi pertanian.

Dalam kunjungan kerja di Kolaka, Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Widiastuti menegaskan bahwa daerah ini memiliki peluang besar mendukung target swasembada pangan nasional pada 2025.

"Ketika mengembangkan potensi desa berarti apa yang menjadi sisi kelebihan dari desa tersebut. Contoh di Desa Puubunga ini ternyata di sektor pertanian khususnya untuk komoditi beras," kata Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan Widiastuti saat melakukan kunjungan kerja di Kolaka, Minggu.

Menurut dia, potensi desa yang mencakup sumber daya alam dan manusia dapat menjadi modal dasar bagi pengembangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sehingga dengan mengidentifikasi dan mengoptimalkan potensi-potensi tersebut, desa dapat meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup masyarakatnya.

Selain itu, dalam mengembangkan potensi desa tersebut perlunya dilibatkan berbagai pihak, baik dari sumber daya manusianya, misalnya melalui Koperasi Desa Merah putih untuk mengembangkan potensi itu, seperti pertanian, peternakan, dan perikanan.

"Kita harus bergandengan di sini sebagai satu sisi, apa yang menjadi potensinya mau itu pertanian, peternakan, atau perikanan, itu menjadi satu sisi penyerapan atau hilirisasi dari potensi desa sehingga masyarakat di desa ini punya pemasukan yang jelas dan rutin," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini Indonesia optimistis mencapai swasembada beras pada tahun 2025 tanpa perlu impor lagi. Namun, masih ada tantangan untuk komoditi lainnya yang belum mencukupi.

"Dia (beras) sudah cukup, tetapi untuk komoditi lain belum. Jadi, ini memang masih menjadi satu hal yang menjadi tantangan. Dan kita jaga terus menjaga (beras) supaya terus berkelanjutan," ucap Widiastuti.

Widiastuti mengungkapkan bahwa saat ini ada empat wilayah yang telah ditetapkan untuk swasembada pangan, yaitu Papua Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan. Namun, masih ada provinsi lain yang berpotensi untuk swasembada pangan.

"Saya dengar pak bupati Kolaka tadi bilang bahwa kami ini mendapatkan arahan untuk cetak sawah. Nah, cetak sawah itu bagian juga yang nanti masih bisa kita gandeng pak untuk swasembada pangan," ujar Widiastuti.

Sementara itu, Bupati Kolaka Amri mengatakan bahwa di Kolaka terdapat hamparan sawah seluas sekitar 14 ribu hektar dengan potensi panen 2-3 kali setahun. Dengan potensi lahan yang ada, Kolaka berpotensi besar untuk meningkatkan produksi pangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

"Sedangkan untuk ketersediaan beras kita hari ini di Bulog Kolaka kurang lebih 15 ribu ton," kata Amri.

Ia menambahkan bahwa dengan hadirnya Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan di Kolaka, diharapkan dapat memperoleh perhatian dan dukungan untuk mengembangkan sektor pertanian di wilayahnya.

Selain itu, Kolaka juga diharapkan sebagai kabupaten percontohan bahwa adanya tambang tidak harus mengancam pertanian, tetapi keduanya dapat berjalan beriringan dan saling mendukung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.