Endang Setyawati Thohari: Hilirisasi dan Infrastruktur Jadi Jalan Emas Sejahterakan Petani-Peternak Papua Barat Daya
📅 Selasa, 04 Nov 2025, 09:23 WIB | Oleh: Alfina Febriyana
Doc: Istimewa
JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Thohari, menegaskan masa depan kesejahteraan petani dan peternak di Papua Barat Daya bergantung pada dua kunci utama, hilirisasi dan infrastruktur.
Pernyataan itu disampaikan Endang saat kunjungan kerja reses Komisi IV DPR RI ke Provinsi Papua Barat Daya. Kunjungan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat serta meninjau langsung pelaksanaan program pemerintah di sektor pertanian, perikanan, kehutanan, dan peternakan.
Dalam dialog bersama petani, nelayan, dan pelaku usaha lokal di wilayah Sorong dan sekitarnya, Komisi IV menemukan potensi besar yang belum tergarap maksimal.
“Sektor pertanian dan perikanan di Papua Barat Daya sebenarnya sangat menjanjikan. Namun, hambatan utamanya adalah akses infrastruktur dan fasilitas dasar yang masih minim,” ungkap Endang.
Menurutnya, petani masih sangat membutuhkan bibit unggul, jalan usaha tani, barak penyimpanan hasil panen, serta sarana distribusi. Ia menyoroti pentingnya dukungan terhadap pengembangan durian unggul, sagu, dan rumput laut, komoditas yang bisa menjadi andalan ekonomi daerah jika ditopang oleh sistem hilirisasi dan pascapanen yang kuat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara di sektor peternakan, Komisi IV menemukan tantangan lain.
“Belum ada dokter hewan atau mantri hewan di lapangan. Peternak pun kesulitan air dan akses jalan khusus untuk ternak. Bahkan sebagian lahan kini sudah digunakan untuk pertambangan,” jelasnya.
Endang menegaskan, hilirisasi hasil pertanian dan peternakan harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur produksi, seperti jalan tani, gudang, fasilitas pendingin, serta transportasi pengangkutan hasil panen.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Hilirisasi bukan hanya soal produksi, tapi juga bagaimana hasil tani punya nilai tambah dan daya saing di pasar. Infrastruktur adalah jantungnya,” tegasnya penuh semangat.
Selain aspek produksi, Komisi IV juga menyoroti pentingnya memperkuat kelembagaan ekonomi lokal. Salah satunya adalah pengembangan Koperasi Merah Putih, yang dinilai mampu memperkuat rantai pasok, hilirisasi, dan distribusi produk pertanian di Papua Barat Daya.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat juga menyampaikan aspirasi agar Presiden Soeharto diberikan gelar Pahlawan Nasional, mengingat kontribusinya terhadap pembangunan Indonesia, terutama lewat program transmigrasi dan ketahanan pangan.
Menutup kunjungan kerjanya, Endang mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga semangat persatuan, gotong royong, dan kemandirian pangan nasional.
“Kita harus bersyukur, mendukung, dan berdoa untuk kemajuan saudara-saudara kita di Papua. Bersama, kita bangun Indonesia yang kuat dan sejahtera,” pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!