Kemenhub Fokus Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Kemacetan di Jalur Semarang
📅 Jumat, 14 Nov 2025, 13:52 WIB | Oleh: Mohammad Zaki Alatas
Doc: Dok. Istimewa
KENDAL - Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menyampaikan salah satu fokus utama penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 adalah antisipasi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan banjir terutama di wilayah Semarang, Jawa Tengah. Ini menjadi perhatian karena curah hujan yang tinggi dan banjir berpotensi menimbulkan kemacetan panjang di titik-titik rawan.
“Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim hujan akan terjadi pada Desember hingga Januari. Semarang memiliki karakteristik unik karena banjir bisa datang dari laut (banjir rob) maupun darat (karena hujan), sehingga perlu antisipasi yang serius,” kata Aan saat Rapat Persiapan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 di Kantor Jasamarga Semarang Batang, Jawa Tengah, Kamis (13/11).
Aan menegaskan, apabila tidak dilakukan antisipasi secara serius, jalur arteri di wilayah Semarang dan sekitarnya akan sangat rawan terhadap kepadatan, terutama ketika terjadi hujan deras atau banjir. Kondisi tersebut, lanjut Aan, dapat mengganggu kelancaran lalu lintas selama masa libur Natal dan Tahun Baru.
“Soal cuaca tolong jadi atensi mengingat terbatasnya jalur alternatif ketika terjadi banjir dan hujan secara bersamaan,” ucapnya.
Rekayasa Lalu Lintas
Sebaiknya Anda baca juga:
Tidak hanya soal cuaca, rekayasa lalu lintas juga jadi perhatian khusus. Dirjen Aan meminta dilakukan skema yang dapat mengurai kepadatan jika terjadi di ruas jalan tol.
“Rekayasa lalu lintas silakan koordinasi dengan seluruh _stakeholder_, lebih baik dilakukan daripada tidak sama sekali. Seperti pengalihan arus dari Kalikangkung ke Wleri, silakan koordinasikan penanganannya,” kata Aan.
Ia juga meminta antisipasi penanganan lalu lintas di wilayah aglomerasi wisata. Seperti masyarakat dari Semarang ke Bandungan, Solo, atau Yogyakarta, yang biasanya memadati ruas jalan tol, terutama di masa libur Natal dan Tahun Baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Prediksi dan dari pengalamanan sebelumnya, saat Nataru kebanyakan orang pergi ke tempat wisata, berangkat pagi pulang sore. Tolong diantisipasi betul, untuk dilakukan rekayasa lalu lintas, terutama di wilayah aglomerasi,” jelas Aan.
Sementara itu terkait _rest area_, lanjut Aan, perlu juga disiapkan skema rekayasa lalu lintas di dalamnya guna mencegah antrean yang dapat membebani jalan tol, sekaligus mengatasi titik-titik rawan kepadatan seperti di Rest Area 424B di Ruas Jalan Tol Semarang.
“Rekayasa lalu lintas di _rest area_ tolong koordinasikan dengan pengelola. Tetap cari solusi untuk mengatasi penumpukan kendaraan di area tersebut dan jangan sampai jadi sumber kemacetan,” pungkasnya.
Dengan langkah-langkah komprehensif tersebut, Ditjen Hubdat yakin pelayanan angkutan selama periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 dapat berjalan lancar dan sukses.
Turut hadir dalam kegiatan ini Dirut Jasamarga Semarang Batang, Nasrullah; Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yunaldi; perwakilan Dishub Prov. Jawa Tengah; Direktur Lalu Lintas Jalan, Rudi Irawan; Direktur Saran6 dan Keselamatan Transportasi Jalan, Yusuf Nugroho; Direktur Prasarana Transportasi Jalan, Toni Tauladan; Kepala BPTD Kelas I Jawa Tengah, Lilik Handoyo.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!