Kalimantan Selatan Catat 276 Orang Ikuti Tradisi 'Baayun Maulud'
📅 Kamis, 03 Okt 2024, 16:08 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: ANTARA/HO-Pemprov Kalsel
BANJARMASIN - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan mencatat 276 orang mengikuti tradisi budaya "Baayun Maulud" bertepatan dengan Hari Lahir Nabi Muhammad SAW setiap bulan Rabiul Awal.
Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor di Banjarbaru, Kamis, mengatakan seluruh elemen masyarakat harus menjaga dan melestarikan tradisi budaya kesenian Baayun Maulud.
"Kita memiliki tanggung jawab melestarikan seni, budaya dan tradisi Islam di Kalimantan Selatan," ujarnya.
Sahbirin menuturkan tradisi Bauyun Maulud memiliki nilai untuk mendapatkan keberkahan dari kemuliaan Nabi Muhammad SAW dengan harapan agar anak yang diayun selalu mendapat kebaikan saat menempuh kehidupan selanjutnya.
Tradisi Baayun Maulid dapat memperkenalkan kembali dan mewariskan nilai budaya Suku Banjar kepada generasi muda, sehingga tradisi yang baik seperti ini tidak punah karena perubahan zaman.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya mengharapkan kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran guna memperteguh keimanan kepada Allah SWT dan kesungguhan mencintai junjungan Nabi Besar Muhammad Saw," ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Museum Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan M. Taufik Akbar menyebutkan peserta yang ikut tradisi Baayun Maulid secara gratis, namun harus membawa tiga lembar sarung (Tapi) dan tiga lembar selendang.
Diungkapkan Taufik, jumlah peserta Baayun Maulud mencapai 276 orang dari 13 kabupaten/kota di Provinsi Kalsel dan provinsi lain dengan peserta yang termuda berusia satu bulan 12 hari dan tertua berusia 76 tahun 10 bulan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Peserta tidak hanya dari Kalimantan Selatan, namun merambah hingga Kalimantan Timur," ucap Taufik.
Baayun Maulud merupakan tradisi masyarakat Suku Banjar Kalsel dengan kegiatan mengayun bayi atau anak seraya membaca syair Nabi Muhammad SAW yang digelar setiap hari kelahiran nabi pada 12 Rabiul Awal. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!