Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB: Sistem Monitoring Longsor Belum Optimal di Banyak Wilayah

📅 Senin, 17 Nov 2025, 19:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
BNPB: Sistem Monitoring Longsor Belum Optimal di Banyak Wilayah Doc: Antara
Ket. Operasi SAR korban tanah longsor di Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah

Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti minimnya sistem peringatan dini longsor berbasis teknologi di sebagian besar daerah rawan, sehingga respons masyarakat masih sangat bergantung pada identifikasi manual.  

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan bahwa peringatan dini bencana masih cenderung berpatokan pada prakiraan hujan yang tidak selalu mencerminkan potensi longsor.

“Longsor di Cilacap terjadi saat hujan tinggi, tapi tidak ekstrem. Artinya indikatornya tidak bisa hanya curah hujan,” kata dia dalam konferensi daring bertajuk “Disaster Briefing” yang diikuti di Jakarta, Senin (17/11) malam. 

Bencana tanah longsor hingga sepanjang satu kilometer dari pusat runtuhan yang melanda Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (14/11) menjadi contoh keberadaan sistem peringatan dini longsor berbasis teknologi sudah sangat dibutuhkan. 

BNPB mengkonfirmasi hingga Senin malam, dari 23 warga yang dilaporkan hilang, 16 orang korban ditemukan meninggal dunia dan tujuh orang masih dalam pencarian.

Ia menjelaskan, wilayah perbukitan rawan sangat memerlukan sistem pemantauan retakan tanah -- sensor sederhana yang dapat memperingatkan potensi bahawa bagi warga lebih cepat.

Para ahli teknologi bencana BNPB menilai Kabupaten rawan di Jawa Tengah seperti Banjarnegara, Cilacap, dan Wonosobo sudah lama membutuhkan penguatan sistem tersebut.

Namun, ia mengungkapkan, keterbatasan anggaran dan kondisi geografis membuat sebagian besar daerah belum memasang teknologi pemantauan tersebut dan hanya mengandalkan prakiraan curah hujan harian dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Pengembangan peringatan dini multi-bahaya akan menjadi fokus koordinasi lintas kementerian," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
PSMS Medan Menang Telak 4-0...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.