Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kabut Asap Landa Pekanbaru, Para Orangtua Khawatir Anaknya Masih Masuk Sekolah

📅 Selasa, 10 Okt 2023, 10:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabut Asap Landa Pekanbaru, Para Orangtua Khawatir Anaknya Masih Masuk Sekolah Doc: ANTARA/Annisa Firdausi
Ket. Sejumlah sekolah di Pekanbaru mulai menganjurkan para muridnya menggunakan masker akibat dampak menurunnya kualitas udara.

PEKANBARU - Para orangtua di Kota Pekanbaru mengkhawatirkan kesehatan anak mereka yang masih harus masuk sekolah di tengah kabut asap yang melanda saat ini. Belum ada ketentuan pembelajaran secara daring untuk SD-SMP di kota itu .

Dodi, salah satu warga Pekanbaru, Senin (9/10), menilai Disdik Kota Pekanbaru lamban dalam mengeluarkan edaran agar siswa SD-SMP dapat belajar secara daring seperti siswa SMA. "Seharusnya SD-SMP terlebih dahulu diliburkan, sebab siswa SMA imunitasnya lebih kuat," tuturnya.

Anaknya yang harus sekolah full day ia minta pulang lebih cepat lantaran terlalu lama berada di luar dengan kualitas udara Pekanbaru yang buruk.

"Anak saya ada riwayat asma. Memang saya suruh pakai masker di sekolah. Tapi khawatir juga kalau terlalu lama di luar," lanjutnya.

Warga Pekanbaru lainnya yang anaknya baru duduk di bangku SD, Ferdian mengeluhkan hal yang sama. Ia resah lantaran surat edaran belajar daring untuk SD dan SMP di Pekanbaru belum dikeluarkan.

Terlebih lagi sang anak memiliki riwayat asma, sehingga dinilai cukup rentan saat kabut asap menghantui Kota Bertuah ini.

"Sungguh disayangkan surat edaran yang keluar hanya diperuntukkan untuk siswa SMA. Tentu khawatir kalau anak SD masih diperbolehkan," tuturnya.

Ferdian berharap pemerintah dapat segera menangani permasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap ini. Terlebih rumahnya tak jauh dari lokasi terbakarnya 4 hektare lahan di Jalan Uka beberapa waktu lalu.

"Semoga pemerintah segera menangani karhutla yang katanya asap kiriman. Seharusnya pemerintah juga cepat tanggap saat ada karhutla yang berdekatan dengan pemukiman masyarakat," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Dinas Pendidikan Provinsi Riau mengizinkan SMA se-derajat di daerah-daerah yang terdampak kabut asap dan kualitas udaranya tidak sehat melakukan kegiatan belajar mengajar via daring mulai Senin (9/10).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Kamsol mengatakan bahwa kebijakan itu diterapkan karena kualitas udara di beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Riau tergolong tidak sehat berdasarkan data indeks standar pencemar udara (ISPU).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

39 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.