Jakarta Masih Jadi Magnet Urbanisasi, DPRD DKI Ingatkan Pendatang Jangan Modal Nekat
📅 Jumat, 27 Mar 2026, 16:50 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Jakarta masih menjadi tujuan utama urbanisasi setelah Lebaran 2026 dengan arus pendatang yang terus meningkat setiap tahun. Banyak masyarakat dari berbagai daerah datang mengundi nasib mereka dengan harapan mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik.
Daya tarik ekonomi, kelengkapan infrastruktur, serta status sebagai pusat bisnis menjadikan ibu kota tetap menjadi magnet sebagai sarana menaikan taraf hidup. Kondisi ini terjadi meski Jakarta menghadapi berbagai tantangan seperti kepadatan penduduk dan persaingan kerja yang semakin ketat.
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Nabilah Aboebakar Alhabsyi mengingatkan agar para pendatang tidak datang tanpa persiapan matang. Ia menekankan pentingnya kesiapan sebelum memutuskan merantau ke ibu kota.
Menurutnya, pendatang harus memiliki keterampilan, kepastian pekerjaan, serta kesiapan ekonomi yang memadai. Tanpa hal tersebut, peluang untuk bertahan di Jakarta akan semakin sulit.
"Kita harus realistis karena hidup di kota ini tidaklah mudah. Pendatang harus dengan rencana yang jelas. Bukan sekadar berharap keberuntungan," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menilai arus urbanisasi yang tidak terencana justru berpotensi menimbulkan persoalan baru di perkotaan. Dampaknya dapat dirasakan dalam berbagai aspek sosial dan lingkungan.
Mulai dari meningkatnya angka pengangguran hingga munculnya permukiman tidak layak huni. Kondisi ini dinilai dapat memperburuk kualitas lingkungan serta tata kota Jakarta.
Karena itu, DPRD mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat sistem pendataan penduduk. Pengawasan administrasi kependudukan juga perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi lonjakan pendatang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, edukasi kepada calon pendatang dinilai penting agar mereka memahami kondisi riil di lapangan. Informasi terkait peluang kerja dan tingginya biaya hidup harus disampaikan secara jelas.
Nabilah berharap arus urbanisasi dapat lebih terkendali dan tidak menimbulkan dampak sosial yang luas. Dengan pengelolaan yang baik, Jakarta tetap dapat menjadi kota yang inklusif dan tertata.
"Namun perlu dijaga bersama agar tetap tertib dan layak huni bagi seluruh warganya," tutupnya.
Fenomena urbanisasi pasca Lebaran ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Jakarta. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat berperan aktif menjaga keseimbangan pertumbuhan kota.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (1)
01 Apr 2026, 20:32 WIB.
meningkatnya urbanisasi yang terjadi setelah pasca lebaran ini menunjukkan adanya kesenjangan hidup dan harapan besar perubahan dalam pemenuhan kebutuhan. alasan yang paling mendasar biasanya karena ingin memperbaiki ekonomi keluarga dan ini membuktikan adanya ketimpangan tata kelola kehidupan antara penduduk di pedesaan dan di perkotaan bahkan mirisnya lagi pedesaan kehilangan SDM muda, serta proyek ekonomi desa yang menguntungkan hanya bagi segelintir pihak.semua ini terjadi akibat penerapan system kapitalisme,berbeda dengan penerapan politik ekonomi islam akan mewujudkan pemerataan ekonomi di kota maupun di desa, terjaminnya kesejahteraan individu orang per orang , khalifah turun langsung kelapangan memastikan kondisi penduduknya di pelosok sekalipun, dan sektor paling produktif seperti pertanian dapat menghasilkan produksi semaksimal mungkin bukan sekedar pencitraan.
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!