Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Inovasi Guru Besar UI: Bikin Teknologi Nano Sel Surya Cuma Pakai Ekstrak Tumbuhan

📅 Sabtu, 14 Feb 2026, 20:45 WIB | Oleh:
Inovasi Guru Besar UI: Bikin Teknologi Nano Sel Surya Cuma Pakai Ekstrak Tumbuhan Doc: ANTARA/HO-Humas UI
Ket. Guru Besar Tetap dalam Bidang Material Berstruktur Nano untuk Energi, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) Prof. Nofrijon Sofyan.

DEPOk - Guru Besar Tetap dalam Bidang Material Berstruktur Nano untuk Energi, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) Prof. Nofrijon Sofyan mengembangkan metode “sintesis hijau” untuk membuat partikel nano titanium dioksida (TiO₂), material penting dalam teknologi panel surya generasi terbaru.

"Partikel nano adalah partikel berukuran sangat kecil sepersejuta milimeter yang memegang peran besar dalam meningkatkan kinerja sel surya sensitif zat warna (DSSC) dan sel surya perovskite (PSC)," kata Nofrijon dalam keterangannya, Sabtu.

Kedua teknologi ini dikenal sebagai sel surya generasi ketiga yang lebih ringan, fleksibel, dan berpotensi lebih murah dibanding panel surya konvensional.

Menurut Prof. Nofrijon, selama ini pembuatan partikel nano TiO₂ umumnya melibatkan bahan kimia berbahaya dan proses yang membutuhkan energi tinggi.

Proses tersebut menimbulkan pertanyaan baru bagaimana mungkin kita berbicara tentang energi bersih jika materialnya diproduksi dengan cara yang kurang ramah lingkungan.

Untuk itu, perlu pendekatan sintesis hijau sebagai solusi. Tumbuhan yang kaya akan senyawa alami seperti flavonoid, tanin, dan polifenol, dapat membantu membentuk partikel nano tanpa perlu bahan kimia beracun. 

Ekstrak dari buah ketapang, bunga melati, daun gambir, hingga daun sawit dapat dimanfaatkan dalam proses ini. Molekul alaminya tidak hanya membentuk partikel nano TiO₂, tetapi juga menjaga ukurannya tetap kecil dan seragam.

“Prosesnya relatif sederhana. Ekstrak tumbuhan dicampur dengan bahan dasar titanium, lalu senyawa alami di dalamnya memicu terbentuknya partikel nano. Hasilnya adalah material yang lebih ramah lingkungan, lebih hemat biaya, dan memanfaatkan sumber daya hayati yang terbarukan,” ujar Prof. Nofrijon.

Setelah terbentuk, partikel nano TiO₂ dilapiskan tipis di atas kaca konduktif sebagai bagian dari sel surya. Dalam sistem ini, TiO₂ berfungsi sebagai jalur transportasi elektron.

Ketika cahaya matahari mengenai molekul pewarna pada permukaannya, elektron menjadi aktif dan mengalir melalui lapisan TiO₂, menghasilkan arus listrik. Semakin baik kualitas dan struktur partikel nano, semakin efisien pula proses konversi cahaya menjadi listrik.

Prof. Nofrijon menambahkan bahwa sintesis hijau membuka peluang produksi material surya berbasis sumber daya lokal. 

Artinya, komunitas di berbagai daerah berpotensi memanfaatkan tanaman yang tersedia di sekitarnya untuk mendukung pengembangan energi terbarukan. Model ini memberi harapan bagi percepatan adopsi energi bersih, khususnya di wilayah berkembang.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Variasi komposisi kimia dalam setiap tumbuhan dapat memengaruhi konsistensi hasil partikel nano.

Para peneliti terus mengembangkan metode yang lebih terstandar agar kualitas material tetap stabil dan dapat diproduksi secara luas.

Terlepas dari tantangan tersebut, sintesis hijau partikel nano TiO₂ menunjukkan bahwa masa depan energi dapat dibangun dengan cara yang selaras dengan alam. 

Inovasi ini mempertemukan kimia, biologi, dan rekayasa energi dalam satu tujuan: menciptakan teknologi surya yang tidak hanya efisien, tetapi juga berkelanjutan.

Penelitian terkait energi bersih ini mengantarkan Prof. Nofrijon sebagai Guru Besar Tetap dalam Bidang Material Berstruktur Nano untuk Energi, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.