Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

India Jual Senjata ke Junta

📅 Rabu, 05 Jul 2023, 02:59 WIB | Oleh:
India Jual Senjata ke Junta Doc: AFP
Ket. Laporan Kelompok HAM I Sejumlah kendaraan militer pengangkut senjata sedang mengikuti parade militer di Naypyidaw ketika Myanmar memperingati Hari Kemerdekaan pada 4 Januari lalu. Menurut laporan kelompok HAM Justice for Myanmar, hingga Juni lalu perusahaan senjata India masih mengirimkan pasokan senjata bagi pasukan militer junta.

YANGON - Perusahaan-perusahaan di India telah memasok senjata ke junta Myanmar sementara Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyatakan keprihatinan tentang krisis politik di Myanmar di panggung internasional. Hal itu disampaikan oleh pengamat yang menyoroti sifat strategi dua sisi India pada Senin (3/7).

Kelompok HAM Justice for Myanmar pada Juni lalu melaporkan bahwa produsen senjata India Bharat Electronics Limited telah mentransfer peralatan militer senilai lebih dari 5,1 juta dollar AS kepada tentara Myanmar atau pialang senjata Myanmar yang dikenal Alliance Engineering Consultancy dan Mega Hill General Trading selama periode enam bulan dari November 2022 hingga April 2023.

"Pengiriman senjata itu bagian dari pola dukungan India untuk militer Myanmar dan industri senjata dalam negerinya," ucap Justice for Myanmar seraya mendesak agar sekutu India menggunakan pengaruh mereka untuk menekan New Delhi agar menghentikan pasokan senjata kepada junta.

Penjualan senjata terjadi bahkan ketika PM Modi dan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mengeluarkan pernyataan bersama setelah pertemuan mereka di Gedung Putih pada 22 Juni mengungkapkan keprihatinan tentang situasi HAM yang memburuk di Myanmar dan menyerukan pembebasan tahanan politik negara itu.

Menurut laporan PBB, sumber utama pemasok senjata ke junta di Myanmar selain dari India adalah dari Russia, Tiongkok dan Singapura.

Impor Alutsista

Laporan Justice for Myanmar datang setelah laporan yang dirilis pada Mei oleh Pelapor Khusus PBB untuk Urusan HAM di Myanmar, Tom Andrews, yang mengatakan bahwa junta telah mengimpor alutsista mulai dari persenjataan dan pendukungnya seperti sistem radar dan radio telekomunikasi senilai 1 miliar dollar AS antara Februari 2021 hingga Desember 2022.

Sebaiknya Anda baca juga:

Kelompok HAM tersebut pun mengatakan junta menggunakan senjata semacam itu terhadap rakyat Myanmar, termasuk untuk menyerang perlawanan bersenjata dan warga sipil yang menentang kekuasaannya.

Sebelum muncul laporan rincian penjualan senjata terbaru oleh Justice for Myanmar, kelompok itu mencatat bahwa produsen senjata milik negara India yaitu Yantra India Limited telah mengirimkan beberapa unit senjata howitzer ke junta pada Oktober 2022 dan pengiriman itu jelas-jelas telah melanggar hukum internasional.

"Pemerintah India sejauh ini mengabaikan seruan dari organisasi masyarakat sipil dan rakyat Myanmar, termasuk dari pemerintah bayangan Myanmar, Pemerintah Persatuan Nasional (NUG), dan gagal mematuhi resolusi PBB dan tanggung jawabnya di bawah hukum internasional," kata juru bicara Justice For Myanmar, Yadana Maung.

Sementara itu menurut juru bicara NUG, Kyaw Zaw, India sebagai negara demokrasi terbesar di dunia, justru diharapkan bisa menganut nilai-nilai demokrasi dan tidak menopang rezim yang menindas rakyatnya sendiri.

"Kami berharap India akan mencoba memahami keinginan rakyat Myanmar dan membantu mereka memenuhi keinginan itu," kata Zaw. "Jika India terus mendukung junta, tidak akan ada penyelesaian konflik di Myanmar dan stabilitas kawasan akan terancam," tegas dia.RFA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Kota Bandung Bangun Ekosistem Literasi Modern

12 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Kota Bandung Bangun Ekosist...
Daerah
Pemkot Bandung: Jalan Ciham...
Megapolitan
Pemkot Bogor Perlebar Akses...
Megapolitan
Pemkot Bogor Pasang Pagar P...
Megapolitan
Pemkot Bogor Serukan Pengus...
Luar Negeri
Tiongkok Protes Keras Laran...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

Presiden Prabowo Bertolak ke Jawa Tengah untuk Resmikan Stasiun Semarang Tawang

Presiden Prabowo Bertolak ke Jawa Tengah untuk Resmikan Stasiun Semarang Tawang

30 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 5
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
📅 Rabu, 29-Jul-2026
# 5
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
📅 Rabu, 29-Jul-2026
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.