Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IMF Sebut Perubahan Iklim Dapat Mendorong Konflik yang Mematikan

📅 Kamis, 31 Agu 2023, 00:00 WIB | Oleh:
IMF Sebut Perubahan Iklim Dapat Mendorong Konflik yang Mematikan Doc: ISTIMEWA
Ket. International Monetary Fund (IMF)

JOHANNESBURG - Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) mengatakan perubahan iklim kemungkinan akan memperburuk konflik di negara-negara rentan dan dilanda perang, yang mengakibatkan tingkat kematian lebih tinggi dan penurunan PDB secara signifikan.

Dikutip dari The Straits Times, Rabu (30/8), Bank Dunia setiap tahun merevisi daftar negara yang digolongkan sebagai negara rapuh dan terkena dampak konflik, yang saat ini berjumlah 39 negara, dan 21 negara berada di Afrika. Laporan IMF tersebut mencakup 61 negara yang masuk dalam daftar tersebut sejak 2006.

Menurut IMF, perubahan iklim tidak menyebabkan konflik, namun memperburuk kerusuhan yang sudah ada dan memperburuk kerentanan mendasar lainnya, seperti kelaparan dan kemiskinan.

"Kematian akibat konflik dapat meningkat hampir 10 persen di negara-negara rentan pada tahun 2060," kata IMF dalam laporan tersebut, seraya menambahkan bahwa perubahan iklim juga dapat menyebabkan tambahan 50 juta orang di negara-negara rentan mengalami kelaparan pada tahun 2060.

Meskipun bukti perubahan iklim semakin meningkat setelah suhu mencapai rekor tertinggi di seluruh dunia dalam beberapa bulan terakhir, kemauan politik untuk mengambil tindakan telah terkikis oleh lemahnya perekonomian.

Membantu Beradaptasi

Para pemimpin Afrika mengatakan negara-negara kaya harus menyediakan lebih banyak uang untuk membantu mereka beradaptasi terhadap perubahan iklim dan transisi ke energi yang lebih ramah lingkungan, mengingat sebagian besar negara-negara Afrika hanya menghasilkan sedikit emisi yang menyebabkan pemanasan global.

Mereka diperkirakan akan mencoba mencapai posisi negosiasi iklim terpadu pada KTT Iklim Afrika pada tanggal 4-6 September, menjelang KTT Iklim PBB Conference of the Parties 28 (COP-28) di Uni Emirat Arab yang dimulai pada akhir November.

Terkait dampak dari masalah iklim ini, sebelumnya Jepang dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) berencana menegaskan komitmen terhadap peningkatan ketahanan pangan dalam keadaan darurat saat pertemuan puncak peringatan 50 tahun kemitraan kedua pihak.

Pertemuan yang akan berlangsung di Tokyo pada Desember itu akan membahas upaya Jepang untuk memperluas bantuannya kepada Asean, termasuk meningkatkan langkah-langkah melawan serangan siber, perubahan iklim, serta kerja sama di bidang keamanan maritim.

Jepang telah berupaya memperkuat kehadirannya di Asia Tenggara dan memperdalam hubungan dengan negara-negara berkembang Global South dalam upaya melawan pengaruh Tiongkok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

11 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.