Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IMF Memperingatkan Persaingan AS-Tiongkok yang Kontraproduktif

📅 Senin, 14 Nov 2022, 01:01 WIB | Oleh:
IMF Memperingatkan Persaingan AS-Tiongkok yang Kontraproduktif Doc: Istimewa
Ket. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva memperingatkan persaingan AS-Tiongkok dapat berakhir dengan dunia yang lebih miskin dan kurang aman.

WASHINGTON - Dana Moneter Internasional atauInternational Monetary Fund (IMF) pada Sabtu (12/11)memperingatkan risiko terhadap ekonomi global akibat persaingan antaraTiongkokdan Amerika Serikat (AS), sambil menggambarkan sanksi tarif yang dikenakan pada imporTiongkokdi bawah Presiden Donald Trump saat itu sebagai kontraproduktif.

"Akibatnya, kita mungkin berjalan dalam tidur ke dunia yang lebih miskin dan kurang aman," ujar Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva kepada Washington Post.

"Saya mengalami Perang Dingin pertama di sisi lain Tirai Besi. Dan, ya, di luar sana cukup dingin," kata Georgieva, yang lahir dan dibesarkan di Bulgaria, dalam wawancara tersebut.

"Dan melakukan Perang Dingin kedua untuk generasi lain adalah sangat tidak bertanggung jawab," tegasnya.

Dilansir oleh The Straits Times, Presiden AS, Joe Biden, belum menyelesaikan masalah kebijakan utama seputar tarif barang-barangTiongkokyang ditetapkan oleh pendahulunya, yang merugikan importir AS miliaran dollar AS.

"Penting untuk memikirkan tindakan dan apa yang mungkin mereka hasilkan sebagai tindakan balasan dengan hati-hati, karena begitu Anda melepaskan jin dari botol, sulit untuk memasukkannya kembali," kata Georgieva tentang tarif era Trump.

Tim Biden bergulat selama berbulan-bulan dengan berbagai cara untuk meringankan biaya bea masuk yang dikenakan pada imporTiongkok saat mencoba menekan inflasi.

Menurut sumber-sumber, latihan militerTiongkokdi sekitar Taiwan membuat pejabat administrasi Biden mengkalibrasi ulang pemikiran mereka tentang apakah akan membatalkan beberapa tarif atau berpotensi memberlakukan tarif lain di Beijing.

Beijing menggelar latihan perang bulan itu setelah Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, mengunjungi Taipei, dan sejak itu melanjutkan kegiatan militer di dekatnya termasuk penyeberangan jet tempur hampir setiap hari di garis median sensitif di Selat Taiwan yang sempit.

Hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia telah tegang dalam beberapa tahun terakhirantara lainkarena masalah seperti tarif, Taiwan, kekayaan intelektual, keamanan siber, penghapusan otonomi Hong Kong dan asal-usul wabah virus korona.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: Arsenal Imbangi Tuan Rumah Bayern Muenchen 2-2

Hasil Liga Champions: Arsenal Imbangi Tuan Rumah Bayern Muenchen 2-2

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.