Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IHSG Hari Ini Merah, Pasar Mulai Uji Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

📅 Rabu, 03 Jun 2026, 18:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Merah, Pasar Mulai Uji Kredibilitas Kebijakan Pemerintah Doc: ANTARA FOTO/ Bayu Pratama S
Ket. llustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Pelaku pasar tidak hanya merespons faktor ekonomi makro, tetapi juga mencermati kualitas tata kelola dan kredibilitas kebijakan yang diterapkan pemerintah maupun regulator.

Dalam kondisi ketidakpastian yang meningkat, investor cenderung menempatkan aspek transparansi, konsistensi regulasi, dan kepastian hukum sebagai pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan investasi.

Ketika muncul keraguan terhadap arah kebijakan atau efektivitas implementasinya, sentimen pasar dapat dengan cepat berubah menjadi lebih defensif.

Kondisi ini menegaskan bahwa kepercayaan investor merupakan aset penting yang perlu dijaga melalui komunikasi kebijakan yang jelas, tata kelola yang kuat, dan kepastian regulasi yang berkelanjutan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (3/6) sore ditutup melemah 254,36 poin atau 4,11 persen ke posisi 5.941,07, yang mana investor mencermati tata kelola dan kredibilitas kebijakan Indonesia.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 30,28 poin atau 4,89 persen ke posisi 588,99.

"Pasar saat ini tidak lagi mempertanyakan kemampuan Indonesia untuk tumbuh, melainkan mempertanyakan kredibilitas Indonesia," ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata saat dihubungi di Jakarta.

Liza memaparkan setidaknya terdapat lima kekhawatiran utama yang mendominasi sentimen investor, di antaranya governance and policy credibility (tata kelola dan kredibilitas kebijakan) pasca outlook negatif dari Moody's dan Fitch Rating, dan tekanan kurs rupiah yang mendekati level 18.000 per dolar AS.

Kemudian, menyusutnya kelas menengah yang selama ini menjadi motor konsumsi domestik, foreign outflow (dana asing keluar) yang terus berlanjut, serta yang paling hot belakangan ini adalah meningkatnya leadership and policy communication risk di mata investor global.

"Apakah Indonesia sedang memasuki fase structural de-rating? Mungkin saja, tetapi belum tentu. Nyatanya saat ini pasar terlihat mulai memperlakukan Indonesia berbeda dibanding emerging markets lain," ujar Liza.

Indonesia ETF (EIDO) mencatat return minus 28,6 persen sejak awal 2025, sementara emerging markets naik 64,6 persen, Vietnam naik 63,2 persen, Taiwan naik 107,2 persen dan Amerika Serikat naik 30,9 persen.

"Dengan kata lain, investor global tidak sedang meninggalkan emerging markets; mereka secara spesifik sedang mengurangi eksposur terhadap Indonesia," ujar Liza.

Pelemahan IHSG juga terasa semakin kontras saat beberapa Bursa global justru mampu mencatatkan rekor baru masing-masing.

Liza menjelaskan fokus investor saat ini bergeser ke dua pekan paling krusial pada tahun ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.