IDAI Ajak Semua Pihak Cegah Penyakit Jantung Reumatik
📅 Selasa, 11 Nov 2025, 15:57 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: RRI/Fitratun
JAKARTA - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) berkomitmen meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Penyakit Jantung Reumatik (PJR). Pasalnya, penyakit jantung reumatik ini masih menjadi ancaman bagi kesehatan anak di Indonesia.
“Kami berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi, seperti seminar ini. Pencegahan penyakit jantung reumatik harus dilakukan oleh semua sektor baik dokter anak di seluruh Indonesia, dokter di layanan primer, maupun para orang tua,” kata Ketua Umum IDAI dr. Piprim Basarah Yanuarso saat memberikan sambutan di Acara Diskusi Media “Radang Tenggorokan Menjadi Penyakit Jantung Rematik pada Anak” di Kantor IDAI, Jakarta, Senin (10/11).
Lebih lanjut, Piprim menekankan pentingnya penanganan yang tepat terhadap infeksi tenggorokan akibat bakteri Streptococcus. Karena itu, IDAI memperkuat pendidikan klinis bagi tenaga medis serta inovasi komunikasi publik untuk mendorong pencegahan primer dan sekunder penyakit tersebut.
“Orang tua harus paham, ketika anaknya terkena infeksi Streptococcus tipe ini, pengobatan harus dijalankan selama sepuluh hari penuh untuk mencegah terjadinya penyakit jantung reumatik. Kami berharap rekan-rekan media dapat membantu menyebarluaskan informasi tentang penyakit jantung reumatik ini, yang mungkin kini jarang dibicarakan tetapi masih sangat penting untuk diwaspadai,” ucap Piprim.
Sementara, Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi IDAI Dr. Rizky Adriansyah, meminta para orang tua dan guru untuk mengenali gejala-gejala awal Demam Reumatik. Menurut Rizky, deteksi dini dan pengobatan radang tenggorok akibat Streptococcus Grup A sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi jantung.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Gejala yang perlu diwaspadai antara lain nyeri dan bengkak sendi yang berpindah-pindah, ruam kemerahan berbentuk lingkaran, keluhan jantung seperti sesak napas dan jantung berdebar, serta gerakan tidak terkendali. Jika anak mengalami sakit tenggorokan disertai demam, segera periksa ke dokter agar bisa mendapatkan pengobatan yang tuntas,” ucap Dr Rizky. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!